BRIN Mengembangkan Sistem Pemantauan Gerakan Tanah di Sesar Lembang

Rabu, 22 Mar 2023, 20:30 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem pemantauan gerakan tanah pada Sesar Lembang yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, untuk mengatasi permasalahan kota yang dibangun dengan ancaman sesar aktif.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengatakan kegiatan penelitian Sesar Lembang telah dilakukan tahun lalu dengan tujuan untuk menyediakan instrumen yang bisa menyediakan informasi mengenai ancaman gerakan tanah.

"BRIN sebagai suatu pemangku kebijakan melakukan kegiatan riset dan inovasi berkontribusi di Sesar Lembang yang ada ancaman yang biasanya ada gerakan tanah atau longsor," katanya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sesar Lembang merupakan sebuah patahan geser aktif yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Gempa-gempa kecil selama ini terjadi di wilayah Lembang dan sekitarnya. Situasi itu menunjukkan bahwa aktivitas Sesar Lembang mempunyai potensi untuk menyebabkan bencana tidak hanya akibat penguatan goncangan pada daerah tanah lunak, tetapi juga kegagalan lereng batuan dan tanah di sepanjang zona sesar tersebut.

Adrin mengungkapkan Desa Langensari di Lembang, Jawa Barat, kalau dilihat dari aspek mikroskopik banyak retakan. Jika ada guncangan gempa dikhawatirkan Gunung Batu bergerak.

"Kita lihat banyak pemukiman. Sebagai suatu sarana peringatan dini kami memasang alat untuk memantau ancaman gerakan tanah," katanya.

BRIN mengklaim penelitian Sesar Lembang sudah lumayan bagus dengan adanya data rinci yang dapat memitigasi.

Penelitian itu dilakukan guna membangun sistem pemantauan ancaman longsor lereng batuan di wilayah pemukiman pada zona Sesar Lembang.

BRIN, kata AdrinTohari, juga membangun peralatan pemantau ancaman longsor batuan akibat goncangan gempa, antara lain alat takar curah hujan yang digunakan untuk mengukur tingkat intensitas air hujan, tiltmeter yang digunakan untuk mengukur perubahan kemiringan yang terjadi pada bagian lereng tanah maupun pergerakan pada lapisan tanah, dan ekstensometer yang digunakan untuk mengukur secara menerus pergeseran relatif pada daerah gerakan tanah.

Peneliti Pusat Riset Fotonik BRIN, Suryadi, menyampaikan ekstensometer adalah sensor perpindahan untuk mengukur pergeseran lereng akibat gerakan tanah. Alat itu didampingi juga dengan tiltmeter yang merupakan sensor untuk mengukur perubahan kemiringan lereng akibat gerakan tanah.

Ia menjelaskan bahwa alat itu juga dilengkapi dengan gateway yang merupakan perangkat pengumpul data dari sensor nirkabel untuk kemudian dikirim ke server melalui jaringan internet. Perangkat itu juga dilengkapi dengan sensor pencacah hujan serta alat pemberi peringatan berupa sirine dan lampu rotari.

Sementara itu, peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN pada Kelompok Riset Gerakan Tanah, Koko Hermawan, memaparkan bahwa lereng merupakan suatu permukaan bidang yang miring dan membentuk sudut terhadap bidang horisontal.

Kemantapan suatu lereng dipengaruhi dari gaya penahan dan gaya penggerak serta aspek geologi dalam bebatuan.

"Penelitian itu telah sampai pada tahap instalasi peralatan pemantauan gerakan tanah dan lereng, (alat) telah dipasang di area Gunung Batu, Lembang, pada 5-11 Desember 2022," demikian Koko Hermawan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Monik

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.