Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penerimaan Pajak Sulsel Hingga Februari 2023 Capai Rp1,89 Triliun

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penerimaan Pajak Sulsel Hingga Februari 2023 Capai Rp1,89 Triliun Doc: Antara
Ket. Sejumlah pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Perwakilan Sulawesi saat menggelar temu wartawan membahas realisasi APBN dan APBD Kita di Makassar, Selasa (21/3

Makassar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbarta) mencatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Februari 2023 mencapai Rp1,89 triliun atau sekitar 15,26 persen dari target 2023 Rp12,38 triliun.

Kepala Kantor Wilayah DJP Sulselbartra Arridel Mindra di Makasaar, Selasa (21/3), mengatakan capaian realisasi penerimaan pajak di Sulsel ini tumbuh 42,05 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2022.

"Kinerja penerimaan ini ditopang oleh pertumbuhan aktivitas perekonomian yang terus meningkat setelah pandemi COVID-19 mereda," ujarnya.

Arridel mengatakan kontribusi penerimaan pajak bersumber dari Pajak Penghasilan (PPh) yang telah tercapai Rp909 miliar dari target Rp6,52 triliun atau secara persentase sekitar 13,9 persen.

Kemudian diikuti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) mencapai Rp953 miliar dari target Rp5,88 triliun atau sekitar 16,2 persen.

Sementara penerimaan Sektor Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dan Sektor Lainnya (PBB P5L) telah tercapai Rp605 juta dari target Rp75,3 miliar atau tercapai 0,7 persen, serta pajak lainnya sebesar Rp26 miliar target Rp209 miliar.

Arridel mengatakan kinerja penerimaan pajak yang cukup baik ini dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi yang meningkat pada bulan sebelumnya, serta terkait dampak implementasi Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Menurut dia, sektor yang berperan besar dalam pertumbuhan penerimaan pajak Sulsel adalah perdagangan yang berkontribusi 25,35 persen atau sekitar Rp478,9 miliar atau tumbuh 31,0 persen (yoy).

Sektor selanjutnya yang berperan besar adalah industri pengolahan dengan penerimaan Rp197,6 miliar atau tumbuh 9,0 persen (yoy). Sektor ini memberi kontribusi sebesar 10,46 persen.

Kemudian sektor administrasi pemerintahan juga berkontribusi 10,20 persen yakni sebesar Rp192,7 miliar atau tumbuh 116 persen (yoy), serta sektor pertambangan dan penggalian yang berkontribusi 9,57 persen atau sekitar Rp180,8 miliar.

"Kinerja sektor pertambangan meningkat tinggi berkat didorong oleh permintaan global dan meningkatnya harga komoditas tambang," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.