Digitalisasi Tingkatkan Produktivitas ASN
Selasa, 21 Mar 2023, 14:50 WIBYOGYAKARTA - Ketua Tim Literasi Digital sektor Pemerintahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Niki Maradona, menyatakan, digitalisasi dapat mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut diharapkan dapat memperbaiki pelayanan publik.
"Dengan adanya transformasi digital, keterhubungan pelayanan publik menjadi semakin cepat, keinginan masyarakat akan kecepatan layanan dan akurasi akan meningkat," ujar Niki dalam keterangannya terkait Literasi Digital Sektor Pemerintahan kepada awak media, Selasa (21/3).
Dia menyebut, data Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada 2022 lalu menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3,54 dari 5,00. Berdasarkan hal tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori "sedang"
Dia menegaskan, menolak adanya digitalisasi berarti menolak kemajuan. Digitalisasi bertujuan mempermudah pekerjaan manusia, terlepas munculnya tantangan baru dari adanya transformasi digital.
"Tugas kita dengan adanya tantangan-tantangan baru yang muncul ini adalah dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi," jelasnya.
Tahun Demokrasi
Pengembang Teknologi Pendidikan Ahli Madya Kemendagri, Imelda A. Hassan menekankan, budaya digital penting untuk mengetahui dan membangun nilai-nilai integritas diri. Menurutnya, budaya digital menjadi penggerak transformasi digital sektor pemerintahan agar tetap relevan dan kompetitif.
Dia mengingatkan, para ASN di dunia digital sebaiknya tetap menjaga budaya digital. Terlebih, saat ini akan segera memasuki tahun politik.
"Mari kita meminimalisir aktivitas di media sosial yang berkaitan dengan politik. Jangan sampai ada keberpihakan kepada kubu tertentu dalam menghadapi pemilihan umum dan kepala daerah di tahun 2024 nanti," terangnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, mengatakan, menjelang tahun demokrasi, ASN perlu menyadari bahwa ada jejak dunia maya. Maka penting untuk memahami betapa masifnya konsekuensi dari jejak digital, baik secara personal maupun profesional.
"Jejak dunia maya yang daya ingatnya jauh lebih tajam dari dunia nyata," terangnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Kembali Gelar Pertemuan
-
Lewat Inpres Irigasi, Kementerian PU Jamin Pasokan Air Lahan Pertanian Merata di Bogor
-
Piala Dunia, Beban Berat Dipikul Australia untuk Selamatkan Martabat Asia
-
AS Serang Lagi Iran, Sebut untuk Balas Penembakan Kapal di Hormuz
-
Polisi Bongkar Pabrik Likuid Vape Ganja Jaringan Internasional Omzet Capai Rp360 Miliar
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif
-
Hari Bhayangkara ke-80: Presiden Prabowo Tegaskan Tema 'Polri untuk Masyarakat'
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.