Tren Influencer 2023: Makin Banyak Brand Tak Lagi Beri Produk Gratis
Selasa, 14 Mar 2023, 10:51 WIBSemakin banyak brand mengaku akan beralih dari memberi produk gratis menjadi membayarkan sejumlah upah kepada para influencer.
Dalam laporan bertajuk The Influencer Marketing Benchmark Report 2023, Influencer Marketing Hub melaporkan sebanyak 41,6 persen brand menyatakan mereka akan membayar kemitraan dengan influencer dengan uang. Meski begitu, sedikitnya 29,5 persen brand masih akan memberi mereka produk gratis.
Selain itu, 17,7 persen brand yang disurvei cenderung memilih untuk memberikan diskon kepada influencer mereka untuk produk atau layanan mereka.
Sementara lebih banyak brand yang bersedia membayar influencer untuk layanan pemasaran mereka, 41,6 persen disebut Influencer Marketing Hub masih merupakan persentase yang relatif rendah.
Hal ini menandai betapa banyak perusahaan bekerja dengan micro-influencer dan nano-influencer.
Dengan hanya 1.000 hingga 100.000 pengikut, para pendatang baru ini dengan senang hati menerima pembayaran dalam bentuk barang daripada uang tunai. Namun, hal ini berangsur-angsur berubah seiring kedua kelompok influencer itu mulai memiliki pemahaman tentang nilai mereka sebagai pendukung kampanye suatu brand.
Laporan yang sama juga menunjukkan adanya perubahan besar dalam sistem pembayaran influencer, di mana 53 persen brand berniat menyusun skema pembayaran pemasaran influencer mereka dengan membayar persentase dari setiap penjualan yang dilakukan sebagai hasil dari pemasaran influencer.
Angka ini menandakan adanya perubahan dalam sistem pembayaran influencer, yang tadinya mayoritas atau sekitar 49 persen brand pada 2022 lebih memilih membayar influencer mereka dengan tarif tetap. Hanya, sekitar 42 persen yang membayar jasa influencer berdasarkan hasil penjualan.
Sulit untuk memahami alasan perubahan yang begitu signifikan. Mungkin di masa ekonomi yang sulit ini, brand membutuhkan tingkat bukti yang lebih tinggi untuk efektivitas pengeluaran pemasaran influencer mereka.
Lebih banyak brand yang terlibat dalam influencer marketing mungkin telah menjadikan peningkatan penjualan sebagai sasaran kampanye mereka, dan bukan lagi brand awareness.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Jadwal Kick-off Laga Persib Bandung Versus Arema Dimajukan Pukul 15.30 WIB, Ini Alasannya!
-
Menteri PKP: Pembangunan Rusun Kolaborasi Negara dan Swasta Jadi Solusi Penyediaan Hunian Layak
-
Inggris Menguji Drone Anti-Kapal Selam CAPSTONE
-
Bencana Dini Hari! Gelombang Laut Terjang Banggai Laut, Belasan Rumah Hancur
-
Riset Global: Kredibilitas Jadi Tantangan Utama Merek di Era Jawaban AI
-
Mitsubishi Fuso Hadirkan Ekosistem “Zero Down Time” di GIICOMVEC 2026 untuk Dukung Logistik Indonesia
-
Bapenda Bekasi Sikat Reklame Nakal! PAD Digenjot, Wajib Pajak Langsung Taat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.