Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Penyakit Menular, IDI: Migrasi Hingga Feses Unggas Picu Potensi Penularan Flu Burung

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Penyakit Menular, IDI: Migrasi Hingga Feses Unggas Picu Potensi Penularan Flu Burung Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Erlina Burhan dalam Temu Media: Pembelajaran 3 Tahun Pandemi di Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Jakarta - Waspadai penyakit menular. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan bahwa adanya migrasi yang dilakukan unggas pada satu waktu tertentu hingga feses yang menempel di suatu permukaan benda dapat memicu potensi penularan flu burung.

"Belum ada bukti bahwa penularan flu burung terjadi dari manusia ke manusia, belum ada. Jadi kalau melihat hal ini, sebetulnya ini kondisinya masih aman," kata Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Erlina Burhan dalam Temu Media: Pembelajaran 3 Tahun Pandemi di Jakarta, Kamis.

Erlina menuturkan bahwa sampai dengan hari ini, penularan flu burung masih ditemukan terjadi karena adanya kontak manusia dengan unggas yang sakit atau mati akibat virus H5N1. Meski sempat ditemukan kasus penularan dari unggas ke manusia pada tahun 2005, selama tiga tahun dilanda flu burung, kasusnya di Indonesia hanya mencapai 50 hingga 60 kasus.

Erlina mengatakan penularan antarmanusia belum ditemukan, sehingga sangat penting untuk memperhatikan kesehatan unggas, seperti migrasinya.

Pada satu waktu tertentu, unggas bisa melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lain. Terdapat kemungkinan jika unggas akan berhenti di satu titik untuk singgah, dan menularkan virus kepada unggas yang hidup di tempat tersebut.

Siklus tersebut kemudian membuat penularan semakin meluas di tempat lainnya. Selain migrasi, flu burung juga bisa menular bila unggas yang sakit tidak sengaja menempelkan fesesnya pada suatu permukaan benda atau telur tertentu.

"Biasanya virus itu ada di fesesnya atau di tubuhnya bagian yang ada sekret (tinja)-nya, maka kita, terutama para peternak haruspakai masker dan sarung tangan (ketika kontak dengan unggas)," katanya.

Oleh karena itu, ketika masyarakat ingin mengkonsumsi unggas diharapkan bisa membersihkannya terlebih dahulu supaya tidak ada bagian feses atau virus yang menempel. Bersihkan permukaan telur jika melihat ada feses yang menempel sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

"Jika ingin mengolahnya, pastikan daging unggas dipotong di tempat yang bersih dan menggunakan sarung tangan. Sementara bila ingin dimakan, harus dimasak dalam suhu sekitar 59 hingga 60 derajat Celcius agar virus di dalamnya mati," katanya.

Bagi masyarakat yang merawat unggas baik berupa ayam maupun bebek di perkarangan rumah, Erlina menyarankan supaya peternak memakai masker dan menggunakan sarung tangan setiap kali melakukan kontak. Termasuk rajin mencuci tangan ketika selesai bekerja.

Dengan penularan antarmanusia yang masih belum ditemukan, dalam kesempatan itu Erlina meminta setiap pihak untuk tidak panik atau membesar-besarkan masalah flu burung. Menurut dia, potensi flu burung untuk menjadi pandemi masih kecil karena penularan tidak dilakukan melalui droplets seperti Covid-19.

"Saya kira untuk potensi menjadi wabahnya kecil, karena kita sekarang lebih berkolaborasi. Dengan kasus yang ditemukan di Kalimantan saja, itu semua pihak sudah bergerak semua untuk mengatasinya. Jadi, jangan terlalu di besar-besarkan. Ingat kita lagi fokus stunting, jangan sampai anak tidak makan ayam. Masih bisa dikonsumsi asal dimasak sampai matang," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.