Penjabat Gubernur Sulbar Kunjungi Keluarga Sasaran Berisiko Stunting
Jumat, 10 Mar 2023, 15:00 WIBMamuju - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik bersama tim Dinas Kesehatan setempat melakukan kunjungan ke keluarga sasaran sebagai upaya melihat kondisi riil penanganan keluarga berisiko stunting.
"Saya sengaja melakukan kunjungan sebagai bentuk mendeteksi dan melihat kondisi ril yang ada di lapangan, bagaimana intervensi kita terhadap mereka penderita stunting atau yang berisiko stunting," kata Akmal Malik di Mamuju, Jumat (10/3).
Kunjungan Penjabat Gubernur bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dan pendamping keluarga stunting itu, dilakukan di lokasi khusus stunting di Lingkungan Sese, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju.
"Kami datang ke beberapa rumah yang kita identifikasi ada penyandang stunting serta anak-anak dan ibu hamil yang berisiko stunting," ujar Akmal Malik.
Pada kunjungan itu, Akmal Malik mengakui menemukan seorang ibu hamil berisiko stunting yang telah mendapatkan pendampingan serta anak kembar berusia di bawah dua tahun yang memiliki berat di bawah rata-rata.
"Dari pantauan itu memang ada seorang ibu hamil dan kita bersyukur sudah didampingi dengan baik. Artinya, yang bersangkutan setiap hari selama 90 hari harus minum pil penambah darah," terang Akmal Malik.
Pada kunjungan ke keluarga berisiko stunting tersebut, Penjabat Gubernur juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.
"Kami juga membawa bantuan kebutuhan pokok. Kunjungan yang kami dilakukan ini bukan pencitraan, melainkan sebagai upaya melihat kondisi ril keluarga berisiko stunting," tegas Akmal Malik.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik menyampaikan bahwa pemerintah setempat menerapkan program keluarga asuh sebagai bentuk aksi nyata penanganan stunting di daerah itu.
"Sebagai bentuk aksi nyata penanganan stunting, kita menerapkan program keluarga asuh. Jadi, setiap pejabat OPD lingkup Pemprov Sulbar, mendampingi keluarga berisiko stunting," kata Akmal Malik.
Penjabat Gubernur mengajak para pejabat Eselon II dan III agar melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.
"Saya mengajak para pejabat Eselon II dan III karena ini tanggungjawab kita secara personal. Apalagi, isu stunting adalah isu bersama. Saya pribadi akan memulai keluarga asuh untuk 10 orang keluarga berisiko stunting," terang Akmal Malik.
Sementara, Staf Ahli Gubernur Sulbar Muhammad Hamzih, saat rapat koordinasi tindak lanjut arahan Penjabat Gubernur terkait gerakan penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting mengatakan, seluruh pejabat di daerah itu harus turun tangan menangani stunting.
Ia menyampaikan bahwa untuk lingkup Pemprov Sulbar, terdapat 168 pejabat Eselon II dan III ditambah 251 pejabat Eselon III yang melekat di SMA dan SMK.
"Gerakan ini juga mengajak bagi pejabat Eselon IV yang ingin berkontribusi melakukan intervensi kemiskinan ekstrem dan stunting di Sulbar," ujar Muhammad Hamzih.
Redaktur: Kris Kaban
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tingkat prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara
-
MRT Jakarta Mempermudah Komuter Beli Tiket Lewat Platform WhatsApp
-
Lebaran Tanpa Biaya! Bank Mandiri Lepas 215 Bus untuk 10.000 Pemudik Gratis 2026
-
Pertamina Patra Niaga Kalimantan Pastikan Distribusi BBM Makin Kondusif
-
Kemendag: Pemerintah Perkuat Penetrasi Produk Pangan Unggulan di Tiongkok
-
Sri Lanka Batasi Pembelian BBM: Mobil Maksimal 15 Liter dan Motor 5 Liter per Minggu
-
FIFA Digugat Soal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Final Tembus Rp2 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.