• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 4 Cara Menunjukkan Kecerda...

4 Cara Menunjukkan Kecerdasan EQ Selama Wawancara Kerja

Jumat, 10 Mar 2023, 07:55 WIB

Seperti hard skill lainnya, keterampilan interpersonal atau soft skill sangat penting untuk sukses di tempat kerja dan itu diinformasikan oleh Emotional Quotient (EQ) Anda. Faktanya, 71 persen perekrut kerja lebih menghargai EQ seorang calon karyawan daripada IQ.

EQ dapat diartikan sebagai ukuran kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola emosi, serta berinteraksi dengan orang lain secara efektif.

Ket. Foto: Ilustrasi wawancara kerja. — Sumber: Freepik/Yanalya

Dengan EQ, seseorang dapat mengenali dan memahami dirinya sendiri juga orang lain. EQ juga melibatkan kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara tepat dan efektif, serta memanfaatkan emosi untuk membantu dalam pengambilan keputusan, menyelesaikan masalah, dan berinteraksi dengan orang lain secara positif.

Seiring meningkatnya nilai EQ di tempat kerja, maka semakin penting bagi Anda untuk menunjukkan keterampilan kerja tersebut dalam wawancara Anda.

Mulailah dengan meluangkan waktu untuk merenungkan perjalanan karier Anda, dan fokuslah untuk mengkomunikasikannya dengan tulus dalam wawancara Anda. Anda harus mendemonstrasikan EQ Anda selama wawancara melalui tanggapan dan interaksi Anda kepada pewawancara.

Berikut empat cara menunjukkan EQ Anda selama sesi wawancara atau interview kerja:

1. Menjadi Pendengar yang Aktif

Mulailah tunjukan kemampuan EQ Anda dengan mendengarkan secara aktif. Hindari untuk langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan pewawancara. Sebaliknya, luangkan waktu dan pertimbangkan setiap kata yang mereka ucapkan. Pendengar yang aktif akan menunjukkan bahwa mereka terlibat dalam percakapan dengan mengatakan hal-hal kecil seperti, juga mengajukan pertanyaan, dan melakukan kontak mata.

2. Tunjukkan Emosi dengan Tulus

Pewawancara perlu melihat bahwa Anda peduli atau memahami diri Anda sendiri. Menurut Top Interview, manfaatkan pertanyaan seperti "Ceritakan tentang diri Anda" dan "Mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini?" untuk menunjukkan kepada pewawancara bahwa Anda mengenal baik diri sendiri dan memiliki hasrat tulus untuk karier Anda.

3. Mengakui Kekurangan

Meski tidak ada pencari kerja yang suka membicarakan kegagalan mereka ketika wawancara, mengenali kelemahan atau kegagalan Anda menunjukkan bahwa Anda mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan, yang merupakan indikator kuat dari EQ yang tinggi.

Oleh karena itu, jangan menghindar dari pertanyaan seperti "Apa kelemahan terbesar Anda?". Sebaliknya, bicarakan secara terbuka tentang kekurangan dari masa lalu profesional Anda dan kemudian tambahkan putaran positif: apa yang Anda pelajari dan bagaimana Anda telah menerapkan pelajaran tersebut sejak saat itu.

4. Ajukan Pertanyaan Tentang Budaya Perusahaan

Pertanyaan yang Anda ajukan di akhir wawancara dapat mengungkapkan banyak hal tentang siapa Anda. Dengan bertanya untuk mengetahui lebih banyak tentang budaya perusahaan dan lingkungan tim kerja Anda nantinya, Anda telah menunjukkan bahwa Anda memiliki minat aktif terhadap motivasi dan kepribadian yang menggerakkan organisasi.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.