Kemensos Mulai Renovasi SLBN A Pajajaran Bandung, Kepala Sekolah Terharu dan Apresiasi Mensos

Jumat, 24 Feb 2023, 14:14 WIB

Tiga pekerja terlihat berada di atas sebuah atap bangunan. Tangan-tangan mereka cekatan melepas genteng-genteng dari atas sana, meski cuaca tak menentu, terkadang terik, sesekali berganti rintik.

Genteng demi genteng diturunkan secara estafet dan penuh kehati-hatian, sembari memastikan setiap pijakan. Di bawah sana, dua pekerja lainnya sigap menerima uluran genteng dari ketiga rekannya.

Ket. Foto: Kemensos Mulai Renovasi SLBN A Pajajaran Bandung — Sumber: Dok. Kemensos

Sejurus kemudian, kelimanya bergeser ke atap bangunan di sebelahnya. Masih untuk melakukan ativitas yang sama. Ya, bangunan yang atapnya tengah dibongkar itu, tak lain, bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran di Bandung.

Bangunan, dengan empat unit seluas 1.247 meter persegi itu, merupakan tempat 75 siswa penyandang disabilitas sensorik netra setingkat SD sampai SMA menimba ilmu sehari-hari. Bangunan itu berdiri di atas tanah seluas 1.643,25 meter persegi, di dalam area kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial, yakni Sentra "Wyata Guna" di Bandung.

Renovasi SLB merupakan instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan tujuan untuk meningkatkan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Unit bangunan yang direnovasi meliputi ruang guru, ruang-ruang kelas, serta ruang Information, Communication and Technology (ICT) atau lab komputer.

Atas respon cepat Kemensos, Kepala SLBN A Pajajaran Gun Gun Guntara, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih kepada Mensos.

"Ya, kalo saya pribadi mah senang. Kami sangat menyambut baik perbaikan sekolah ini. Karena yang dikhawatirkan orangtua murid selama ini, yang ikut melihat, memantau proses belajar anak-anak mereka dari kaca jendela, terkait keselamatan anak mereka di dalam ruang-ruang kelas, mulai sedikit terkikis," kata Gun Gun saat ditemui Rabu (22/2).

Selain itu, rasa terima kasihnya disampaikan lantaran sementara bangunan sekolah direnovasi, Kemensos melalui Sentra "Wyata Guna" di Bandung, juga memfasilitasi ruang kelas untuk siswanya belajar.

"Alhamdulillah, atas instruksi dari Bu Menteri melalui Kepala Sentra, (untuk ruang kelas belajar dan ujian siswa) difasilitasi di sini (aula Sentra). Mudah-mudahan saat ujian Senin depan, para siswa tidak terganggu. Itu yang menjadi pemikiran saya, jangan sampai aktivitas mereka nanti terganggu, kasihan," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan renovasi sekolah bisa dilakukan secara maksimal agar bangunan bisa benar-benar memenuhi standar layak pakai sehingga tidak lagi membahayakan siswa-siswi netra yang tengah belajar di ruang-ruang kelas. Aktivitas pembongkaran tampak dilakukan kelima pekerja sejak Rabu (22/2), hingga hari ini (24/2). Sedari pagi hingga sore hari.

Mandor atau pelaksana lapangan untuk renovasi SLBN A Pajajaran Tarna Sutisna, yang membawahi pengerjaan renovasi, mengatakan sementara pembongkaran berkutat pada bongkar atap dan kusen yang memakan waktu kurang dari tujuh hari.

"Yang dibongkar sementara atap dan kusen-kusen dulu. Pembongkaran sekitar satu minggu atau kurang, dimulai dari Rabu (22/2) sampai besok Sabtu (25/2). Setelah itu, rencana pembuatan rangka atap baru," kata Tarna.

Ia menuturkan pembongkaran bagian tertentu itu merupakan hasil pengamatannya bersama pihak sekolah dan sentra. Jika dilihat dari segi fisik bangunannya, menurutnya, bagian atap dan kusen memang sudah rusak dan tidak layak.

Sehingga, lanjutnya, bagian-bagian yang sudah tidak memungkinkan, sudah waktunya direnovasi, akan diganti dengan yang baru. "Untuk atap kayu itu, kita ganti dengan rangka baja ringan. Untuk kusen, kita ganti dengan kusen alumunium," ucapnya.

Pembongkaran sekolah ini dilakukan pasca kunjungan Mensos ke Sentra "Wyata Guna" di Bandung, termasuk ke SLBN A Pajajaran, pada Selasa (21/2) lalu. Mensos berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas kelas dan membangun kapasitas siswa di sekolah tersebut.

"Oke, gedung diperbaiki, ruangan ditambah, yang rusak diperbaiki. Kita selesaikan (renovasi sekolah ini). Apa yang bisa dikembangkan," kata Mensos belum lama ini.

Asah Kemandirian Siswa Penyandang Disabilitas

Pada kunjungan itu, Mensos Risma mempertimbangkan perkembangan siswa-siswi di SLBN A Pajajaran ke depannya, yang memerlukan pekerjaan setelah bersekolah sehingga Mensos mendirikan kafe dan sentra usaha untuk penyandang disabilitas.

"Seiring berjalannya waktu, dalam perkembangannya, anak-anak disabilitas yang sekolah di sini butuh pekerjaan. Akhirnya, kita buatkan kafe untuk tuna netra. Ada juga sentra usaha lainnya untuk disabilitas fisik, ODGJ, dan lainnya di sini," kata Risma menjelaskan.

Kafe dan sentra usaha itu dapat digunakan sebagai wadah pembelajaran agar para penyandang disabilitas dapat berwirausaha secara mandiri untuk memenuhi kehidupannya sendiri.

Dikatakan Risma, tidak sedikit dari mereka yang kemudian mampu menghasilkan uang justru lebih banyak dibandingkan orang yang bukan penyandang disabilitas. Potensi ini yang coba dibangun oleh Kemensos di setiap sentra, seperti di Sentra "Wyata Guna" di Bandung.

Dalam hal ini, Kemensos terus mendorong kemandirian untuk para penyandang disabilitas, termasuk dalam hal pendidikan, hingga kemandiriannya, melalui sentra-sentra Kemensos yang bersifat multi layanan di seluruh Indonesia.(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.