Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tentang Childless, Ini Kata Perempuan yang Hidup Tanpa Anak Bukan Karena Pilihan

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 13:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tentang Childless, Ini Kata Perempuan yang Hidup Tanpa Anak Bukan Karena Pilihan Doc: notsomommy.com
Ket. Ilustrasi childless bukan karena pilihan.

Sianan Healy, La Trobe University

Dalam suatu episode Film Bluey (serial animasi produksi Disney), Onesies, Bluey yang berusia enam tahun bertanya kepada ibunya, Chilli, ada apa dengan Bibi Brandy, yang datang berkunjung untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

"Apakah dia sedang sedih?" Bluey bertanya. "Dan mengapa kita hanya bertemu dengannya sekali dalam hidup kita?"

Film tersebut mengisyaratkan bahwa Brandy tidak dapat memiliki anak.

"Maaf, sudah lama sekali," kata Brandy kepada saudara perempuannya. "Sulit rasanya untuk bertemu dengan kalian semua, paham kan?"

"Aku tahu," jawab Chilli, meraih tangan kakaknya.

Adegan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana tayangan ini mencoba menyentuh masalah kompleks yang terjadi di masyarakat, dan mengundang tanggapan positif dari penontonnya. Contohnya adalah komentar seseorang di akun Facebook film tersebut, "terima kasih Bluey, karena menampilkan pihak yang 'tidak memiliki anak bukan karena pilihan'".

Hampir satu dari enam pasangan di seluruh dunia pernah mengalami infertilitas. Mereka yang tidak, memiliki anggota keluarga, kolega, atau teman yang mengalaminya.

Menyoroti pengalaman-pengalaman semacam ini dapat membantu banyak orang yang mengalaminya merasa tidak terlalu sendirian dan dapat mengurangi rasa malu mereka akan stigma negatif yang, sayangnya, kerap menghantui orang yang didiagnosis infertil.

Liputan media cenderung hanya fokus pada program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF). Tapi Film Bluey menyoroti aspek penting lain dari infertilitas: dampak emosional dan sosial dari tidak memiliki anak terus berlanjut walaupun sudah melewati masa produktif untuk bisa berupaya hamil.

'Perminyaan Maaf dan Kegagalan'

Sebagai bagian dari penelitian saya tentang pengalaman infertilitas, saya mewawancarai perempuan generasi tua yang hidup tanpa anak karena terpaksa. Bagi para perempuan ini, yang sekarang berusia 60-an dan 70-an, pengalaman mereka tentang infertilitas - yang kerap tidak terlihat dalam diskusi publik - telah berdampak panjang pada kesehatan mental dan rasa inklusi mereka.

Beberapa dari mereka berbagi cerita ketika mengalami keguguran berkali-kali; beberapa dari mereka tidak pernah menemukan penyebab pasti ketidaksuburannya; beberapa akhirnya bisa punya anak, sementara yang lain tidak.

Bagi perempuan yang tidak dapat memiliki anak, mereka merasakan dampak ketidaksuburan pada identitas dan hubungan sosial dalam waktu yang lama, bergema sepanjang hidup mereka selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun bahkan setelah mereka berusaha memiliki bayi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.