Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Banyak Orang Amerika Cari Istri Lewat Aplikasi Kencan, Tertarik?

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 10:00 WIB | Oleh:
Makin Banyak Orang Amerika Cari Istri Lewat Aplikasi Kencan, Tertarik? Doc: Upscale Living
Ket. Ilustrasi.

Lembaga riset Pew Research Center pada Kamis (2/2) melaporkan 3 dari 10 orang dewasa Amerika Serikat (AS) mengaku telah menggunakan aplikasi kencan.

Ditanya tentang alasan mereka menggunakan platform, 44 persen pengguna mengaku menggunakan aplikasi kencan untuk menemukan pasangan jangka panjang. Sementara 40 persen lainnya, bertujuan untuk mencari seseorang untuk berkencan dengan santai. Sisanya, mendambakan seseorang untuk berteman dan seks.

Di antara kesimpulan utama penelitian, ketua peneliti Colleen McClain menjelaskan 1 dari 10 orang dewasa yang memiliki pasangan mengatakan bahwa mereka bertemu pasangan mereka saat ini di situs atau aplikasi kencan. Jumlahnya dilaporkan lebih tinggi pada kelompok usia di bawah 30 tahun, dengan 1 dari 5 dari mereka menemukan kekasih dari aplikasi kencan.

Penelitian yang didasarkan pada survei terhadap sekitar 6.000 orang dewasa AS yang diambil dari 5-17 Juli tahun lalu itu menunjukkan pengalaman kencan online beragam.

Di mana, 53 persen pengguna mengatakan mereka setidaknya agak positif. Empat belas persen mengatakan mereka sangat positif, dan 48 persen mengatakan kerap menerima balasan yang tidak diinginkan. Adapun pengguna wanita lebih cenderung melaporkan pengalaman tak mengenakan, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Melansir The Associated Press, 38 persen dari mereka yang melaporkan pengalaman negatif mengaku menerima pesan atau gambar seksual yang tidak diinginkan, dan 30 persen menyebutkan kontak lanjutan yang tidak diinginkan.

Tak sampai disitu, 24 persen dari mereka juga kerap dipanggil dengan nama atau sebutan yang menyinggung, dan 6 persen lainnya mengaku menerima ancaman fisik. diancam secara fisik.

Keselamatan memang telah menjadi perhatian besar bagi aplikasi kencan. Menurut AP, beberapa pengguna telah menuntut perlindungan lebih dari pengembang aplikasi kencan, seperti pemeriksaan latar belakang yang diperlukan, sehubungan dengan penguntitan yang dilaporkan, dan kekerasan seksual dan lainnya.

"Kami melihat bahwa orang Amerika terpecah dalam hal ini," kata McClain.

"Empat puluh delapan persen mengatakan bahwa situs kencan adalah cara yang aman untuk bertemu orang. Bagian yang sangat mirip, 49% mengatakan bahwa mereka tidak aman," ujarnya.

Melihat jenis aplikasi kencan yang paling banyak digunakan, Pew Research Center melaporkan Tinder sebagai aplikasi paling umum di Amerika dengan 46 persen pengguna atau 14 persen orang dewasa di AS telah mencobanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.