Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Ketidakpastian Global, ASEAN Perkuat Stabilitas Kawasan

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 08:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi Ketidakpastian Global, ASEAN Perkuat Stabilitas Kawasan Doc: istimewa
Ket. Dirjen Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto R. Suryodiporo dalam diskusi daring bersama FMB9 di Jakarta, Senin (6/2).

JAKARTA - Menghadapi Ketidakpastian global, Associaton Of Southeast Asian Nations (ASEAN), organisasi ekonomi dan geopolitik khusus untuk negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan memperkuat stabilitas kawasan di luar urusan ekonomi.

"Pertama mungkin yang mendasar, di luar urusan ekonomi yang sangat berdampak itu adalah stabilitas kawasan. Jadi kita juga sangat sadar pentingnya stabilitas kawasan," kata Dirjen Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Sidharto R. Suryodiporo dalam diskusi daring bersama Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Jakarta, Senin (6/2).

Sidharto mengatakan, ASEAN sebenarnya sangat beruntung karena memiliki satu modal sebagai diplomasi yang berlapis-lapis, dan melalui beberapa kanal, ASEAN mempersiapkan satu platform diplomasi yang sentral yang diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan.

Sementara itu, terkait urusan ekonomi, Sidharto menekankan pentingnya penguatan terhadap beberapa isu sensitif seperti ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui kerja sama di antara negara-negara anggota.

"Ini kita akan meningkatkan kerja sama di antara ASEAN sendiri, mencapai kesepakatan bagaimana kerja sama pangan di saat keadaan krisis. Kita bisa saling membantu dan membangun kerja sama dengan negara-negara penghasil pangan dunia," katanya.

Demikianpun kerja sama dalam bidang energi, kesehatan, keuangan serta digitalisasi ekonomi. Semua ini akan dimaksimalkan sehingga Indonesia berdaya saing di tingkat ASEAN maupun secara global.

Namun ia mengingatkan, untuk mencapai hal tersebut di atas dibutuhkan ekosistem kawasan yang memiliki aturan yang sama atau minimal serupa. Dalam setahun terakhir ini, kata Sidharto, ada kesamaan pandangan tentang hal ini.

"Saya kira dengan ini kita bisa optimis bahwa Asia Tenggara ini juga bisa menjadi tempat yang ikut menentukan standar. Atau kalau negara lain dapat menentukan standarnya sendiri, maka negara-negara ASEAN termasuk Indonesia juga harus bisa menentukan standar sendiri dan bisa diikuti oleh negara-negara lain," tukasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.