- Home
-
- Luar Negeri
-
- Insiden Balon Mata-mata Ti...
Insiden Balon Mata-mata Tiongkok Picu Perpecahan Politik di AS
Senin, 06 Feb 2023, 09:53 WIBWASHINGTON DC - Perpecahan politik partisan dengan cepat terjadi pada Minggu (5/2) terkait langkah Amerika menembak jatuh balon mata-mata Tiongkok, di mana pemerintah Biden mempertahankan langkah yang dilakukan di lepas pantai Samudera Atlantik, sementara Partai Republik menilai balon itu sedianya ditembak jatuh lebih dari seminggu lalu sebelum terbang melintasi instalasi militer utama di seluruh Amerika.
Menteri Transportasi Pete Buttigieg dalam program "State of the Union" di stasiun televisi CNN yang dikutip VOA, mengatakan, pengerahan balon oleh Tiongkok itu merupakan "intrusi yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan Amerika." Namun ditambahkannya, militer Amerika - atas perintah Presiden Joe Biden Rabu lalu (1/2) - telah menembak jatuh balon itu pada hari Sabtu (4/2) tanpa menimbulkan dampak pada properti atau orang, setelah mengkaji risiko yang ditimbulkan" jika melakukannya di daratan Amerika. "Ini dilakukan dengan cara-cara yang sangat efektif," ujarnya.
Puing-puing serangan rudal pada balon, yang melayang di ketinggian lebih dari 18.000 meter itu mendarat sekitar 10 kilometer dari garis pantai negara bagian South Carolina di selatan Amerika. Buttigieg mengatakan puing-puing itu membentang lebih dari 11 kilometer.
Kapal Angkatan Laut Amerika mengumpulkan puing-puing itu dari laut, dan kemudian mengirimnya ke laboratorium Biro Penyidik Federal FBI di luar Washington DC untuk dilakukan analisa lebih lanjut.
Republik Kecam Pemerintah Lambat
Anggota-anggota parlemen dari Partai Republik mengecam Biden karena tidak menembak jatuh balon itu ketika pertama kali terlihat pada 28 Januari lalu di Kepulauan Aleutian, di barat laut negara bagian Alaska, dibandingkan membiarkannya melayang dari barat ke timur selama satu minggu di seluruh daratan Amerika, termasuk melintasi banyak pangkalan militer.
Tiongkok mengatakan balon itu mengumpulkan data meteorologi dan didorong oleh arus angin hingga melintas ke Amerika. Namun Amerika menepis itu sebagai kedok untuk misi pengumpulan informasi intelijen. Tiongkok mengatakan ke mana tujuan balon tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.