Praktik Suap Perizinan Masih Marak

Sabtu, 04 Feb 2023, 10:23 WIB

JAKARTA - Penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tak terlepas dari maraknya praktik suap perizinan dari pusat hingga daerah. Modus suapnya pun beraneka ragam. Kondisi ini membuat iklim investasi menjadi buruk.

Pada Selasa (31/1), Transparency International Indonesia (TII) meluncurkan data IPK atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada 2022 yaitu melorot empat poin menjadi 34 dari sebelumnya 38 pada 2021. Indonesia berada di posisi ke-110 dari 180 negara yang disurvei.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Director Executive Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Armand Suparman, mengatakan penurunan IPK Indonesia tak terlepas dari maraknya aksi suap di level pemerintah pusat hingga daerah. Modus suap itu banyak dalam hal perizinan usaha.

"Kami lihat ketidakpastian kebijakan perizinan jadi ruang besar untuk praktik suap perizinan. Pola seperti ini sama saja baik di pusat maupun level pemerintah daerah," tegas Armand yang merupakan peneliti otonomi daerah itu ketika dihubungi Koran Jakarta, Jumat (3/2).

Diterangkan Armand, ketika terjadi ketidakpastian kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan, pelaku usaha mulai cari jalan pintas dengan melakukan suap.

Kendatipun ada inspektorat jenderal (irjen) yang mengawasi kinerja internal Kementerian/ lembaga (KL) atau yang mengawasi Pemda, namun fungsinya tak efektif.

"Memang ada pengawasan internal namun, tetap tidak efektif karena inspektorat di K/L dan Pemda ada di bawah ketiak menteri dan kepala daerah," uajrnya.

Menurut Armand, untuk meminimalisir suap, pengawasan perlu diperkuat secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan akademisi/ perguruan tinggi.

"Pekerjaan rumahnya, bagaimana mendesain kebijakan yang memberi power penuh kepada komponen di luar pemerintah untuk memantau pelayanan publik," ungkapnya.

Selain itu, Peneliti Ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan tentu ini perlu menjadi pemantik bagi pemerintah, terutama lembaga terkait seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meningkatkan kinerjanya terutama dalam pemberantasan korupsi.

Pada saat bersamaan, lanjut Yusuf, indeks seperti demokrasi di Indonesia juga belum bergerak pada level baik. Karena itu, penurunan indeks korupsi dan demokrasi itu perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Terlebih lagi, dikaitkan dengan upaya untuk menggerakkan investasi.

"Buruknya kedua Indeks ini tentu akan menjadi perhatian investor terutama yang ingin berinvestasi di Indonesia karena kedua indikator ini menjadi beberapa indikator yang menunjukkan penerapan dari prinsip good governance di Indonesia," ungkap Yusuf.

Titik Terendah

Penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2022 ini menjadi titik terendah sejak 2015. Perolehan ini juga membuat posisi Indonesia berada di peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei atau melorot 14 tangga dari 2021 yang mencapai ranking 96.

Transparency International Indonesia (TII) merilis IPK Indonesia 2022 mengacu pada delapan sumber data dan penilaian ahli untuk mengukur korupsi sektor publik pada 180 negara dan teritori. Adapun skor dari nol berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.

Deputi Transparency International Indonesia Wawan Suyatmiko menuturkan, dengan hasil tersebut, Indonesia hanya mampu menaikkan skor IPK sebanyak dua poin dari skor 32 selama satu dekade terakhir sejak 2012.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.