Buat Naik Darah, Ini 5 Alasan Pacar Anda Pasif dalam Hubungan
Kamis, 02 Feb 2023, 13:23 WIBMemiliki kekasih yang pasif bisa menjadi masalah bahkan merusak hubungan. Menjalin hubungan asmara dengan pasangan yang pasif berarti Anda harus selalu melangkah maju untuk bertanggung jawab atas banyak hal.
Pasangan pasif adalah mereka yang tidak mengambil peran aktif dalam hubungan. Mereka mungkin tidak berkomunikasi secara terbuka, tidak mengungkapkan perasaan mereka, termasuk enggan mengambil inisiatif dalam menyelesaikan konflik. Mereka mungkin juga menghindari membahas topik yang sulit atau membuat keputusan bersama.
Tanpa komunikasi terbuka dan partisipasi aktif dari pasangan, Anda mungkin kesulitan menyelesaikan konflik, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan yang sehat. Ini dapat menyebabkan perasaan dendam, dan frustasi.
Yang mengejutkan adalah mereka yang pasif dalam hubungan seringkali sangat proaktif dalam pekerjaan mereka atau aspek kehidupan lainnya.
Berikut beberapa penyebab umum dibalik sikap pasif pasangan Anda, yang dirangkum dari Psychological Today:
1. Berpikir dalam Kerangka Peran Seksis Tradisional
Peran seksis tradisional adalah peran di mana laki-laki dan perempuan diharapkan berperilaku dengan cara tertentu berdasarkan jenis kelamin mereka. Dalam kehidupan rumah tangga, peran ini seringkali melibatkan laki-laki yang berperan sebagai pencari nafkah dan perempuan yang berperan sebagai ibu rumah tangga.
Peran-peran ini dapat membatasi peluang yang tersedia bagi laki-laki dan perempuan dan dapat menyebabkan ketidaksetaraan gender. Robert Taibbi, seorang pekerja sosial klinis berlisensi menuturkan pola pikir seperti ini mungkin membuat pasangan berpikir bahwa mereka telah bekerja keras dalam bidangnya masing-masing dan itu sudah cukup.
Pola pikir ini dinilai bisa menimbulkan masalah ketika suami istri sama-sama bekerja penuh waktu, karena mereka yang lebih aktif akan merasa kewalahan dan tidak adil yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan pertengkaran dan kebencian.
2. Merasa Sering Dikritik
Taibi mengatakan mereka yang pasif dalam hubungan menjadi seperti itu karena selalu menerima kritik atau penolakan setiap kali dia melangkah dan memulai sesuatu. Setelah merasa selalu diberhentikan atau diatur, itu membuatnya berhenti mencoba.
3. Hubungan yang Tidak Seimbang
Pada banyak kasus, Taibi menuturkan seseorang cenderung menjadi pasif karena merasa tidak mendapatkan feedback yang baik atau merasa tidak mendapatkan apa yang dia butuhkan.
Karena merasa tidak mendapatkan perhatian atau kasih sayang sebanyak yang dia beri untuk pasangannya, ini bisa membuat mereka juga tidak akan memberikan apa yang pasangannya butuhkan.
4. Takut akan Konflik
Terkadang, memikirkan tentang inisiasi saja membuat seseorang menjadi cemas tentang kemungkinan konflik. Mereka mungkin khawatir jika apa yang hendak mereka lakukan dapat membuat pasangannya marah atau tidak bahagia sehingga membuat mereka menahan diri.
5. Memiliki Gangguan Pemusatan Perhatian (ADHD)
ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Ini adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kesulitan memperhatikan, hiperaktif, dan impulsif. Orang dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan untuk fokus pada tugas, mengendalikan emosi, dan mengatur waktu mereka.
ADHD dapat berdampak signifikan pada hubungan. Orang dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan berkomunikasi, mengelola emosi mereka, dan tetap teratur, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman dan konflik. Selain itu, orang dengan ADHD mungkin kesulitan untuk tetap fokus pada pasangannya, yang menyebabkan perasaan diabaikan dan terputus.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.