Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! Kain Tenun Pagatan Kalsel Tembus Pasar Dunia

📅 Minggu, 29 Jan 2023, 10:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren! Kain Tenun Pagatan Kalsel Tembus Pasar Dunia Doc: ANTARA/Sujud Mariono
Ket. Perajin tenun Pagatan, Abdul Aziz (kiri) mendampingi seorang karyawan yang memproduksi kain tenun menggunakan alat konvensional di Kusah Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (29/1/2023).

TANAH BUMBU - Perajin tenun Pagatan di Kusah Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Abdul Aziz menyebutkan produk lokal tersebut mampu menembus pasar dunia.

"Untuk memenuhi pasar domestik dan internasional, dalam satu bulan kami harus menyiapkan sebanyak 550 lembar untuk diekspor," kata Abdul Aziz, di Batulicin dilaporkan Minggu (29/1).

Ia mengatakan negara yang paling berminat terhadap produk kain tenun Pagatan, yakni Malaysia, Singapura dan Kairo. Bahkan saat ini Inggris juga minta dikirim kain tenun Pagatan sebanyak empat lembar untuk dikenalkan warga Benua Eropa tersebut.

Sebelumnya, Abdul Aziz pernah diminta oleh Warga Negara Prancis untuk mempresentasikan kain tenun Pagatan di negara itu, namun yang bersangkutan tidak menyanggupi tawaran tersebut karena terkendala biaya keberangkatan.

Menurut dia, yang menjadi daya tarik pembeli terhadap kain tenun Pagatan, yaitu alat produksi yang digunakan menggunakan sistem tradisional atau manual.

Keunggulan menggunakan sistem manual kualitas kain lebih baik, memiliki bahan yang lebih tebal, dan nilai estetika tinggi karena tenun produksi menggunakan sistem manual membutuhkan ketelitian dan memakan waktu yang cukup lama, maka nilai estetika yang tinggi mampu menjadi jaminannya.

"Saat ini Karyawan yang dipekerjakan mencapai 25 karyawan. 15 orang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dan sepuluh orang menggunakan alat penenun jenis geddok, untuk menyelesaikan satu lembar kain tenun memerlukan waktu tiga minggu hingga tiga bulan," ucap Aziz.

Untuk melestarikan kain tenun Pagatan, Aziz juga memberi pelatihan terhadap anak putus sekolah untuk belajar menenun secara gratis.

"Bahkan kalau sudah terampil, yang bersangkutan direkrut menjadi karyawan," tutur Aziz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.