Kredit Bank ke UMKM Masih Rendah
Jumat, 27 Jan 2023, 10:15 WIBJAKARTA - Dukungan perbankan terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari industri perbankan masih sangat rendah. Masih sedikit UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.
Padahal, UMKM berperan besar sebagai bantalan ekonomi dari dampak krisis ekonomi, seperti saat pandemi Covid-19. UMKM membantu penciptaan lapangan kerja di Indonesia sehingga secara langsung turut memperkuat daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan lembaga keuangan formal seperti bank di Indonesia masih sangat rendah dalam memberikan kredit kepada UMKM.
"Kalau kita tahu UMKM itu penting, namun dari sisi persentase saja Indonesia hanya sebesar 20 persen total pinjamannya dari lembaga keuangan untuk UMKM," kata Sri Mulyani dalam BRI Micro Finance Outlook 2023 yang dipantau secara virtual di Jakarta, Kamis (26/1).
Karena itu, dia meminta seluruh pihak terutama lembaga keuangan bisa membantu UMKM lantaran pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Menkeu pun membandingkan dengan lembaga keuangan di negara-negara sekitar Indonesia yang bisa memberikan pinjaman kepada UMKM hingga 50 persen dari porsi kredit mereka, bahkan lembaga keuangan di Korea Selatan bisa menyalurkan kredit hingga 80 persen kepada sektor tersebut.
"Berkat pembiayaan yang cukup besar dari lembaga keuangan di Negeri Gingseng itu, UMKM Korea Selatan memiliki potensi untuk bertumbuh yang sangat besar karena likuiditas dan akses modalnya cukup," jelasnya.
Berdasarkan analisis Bank Rakyat Indonesia (BRI), sekitar 45 juta pelaku UMKM di Tanah Air masih membutuhkan tambahan pembiayaan. Dari jumlah tersebut, 18 juta pelaku UMKM termasuk nasabah ultra mikro belum mendapatkan akses pembiayaan.
Kredit usaha rakyat (KUR) diarahkan kepada pelaku UMKM yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan akses pembiayaan perbankan yang sebanyak 18 juta tersebut, maupun yang baru dapat mengakses pembiayaan informal.
Di sisi lain, Menkeu berharap inklusi keuangan di Indonesia yang terus meningkat bisa mendorong pembiayaan yang lebih besar kepada UMKM lantaran UMKM saat ini terus menjadi fokus pemerintah. "Namun tidak hanya pembiayaannya saja yang didorong, tetapi kualitas dan produktivitas UMKM di Indonesia pun perlu ditingkatkan," tegasnya.
Faktor Penentu
Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Sunarso, menyebut suku bunga kredit yang murah belum tentu dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM yang ditarget capai 30 persen dari total kredit pada 2024.
"Di model kredit total, ditemukan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kondisi likuiditas justru memiliki pengaruh penting dan besar terhadap pertumbuhan kredit dibandingkan penetapan suku bunga murah," kata Dirut BRI Sunarso dalam BRI Micro Financing Outlook 2023.
Pertumbuhan konsumsi masyarakat dan penguatan daya beli masyarakat juga menjadi pendorong permintaan kredit dari UMKM. "Ini harus kita sikapi dengan bijaksana dalam menyusun kebijakan, bahwa ternyata suku bunga kredit bukan faktor utama pertumbuhan kredit," ucapnya.
Adapun saat ini penyaluran kredit dari perbankan kepada UMKM baru mencapai sekitar 21 persen, di mana BRI menyumbang sekitar 67 persen dari total kredit kepada UMKM.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Jalin Keakraban Antara Instasi dan Media dalam Fortami Cup XI 2026
-
Arsenal Akan Lakukan Parade Juara Sehari Setelah Lawan PSG di Liga Champions
-
Suara Tembakan di Gedung Putih, Trump Sedang di Ruang Oval
-
Klok: Hanya Butuh Satu Poin Segel Gelar Juara, Peluang Persib Ada di Tangan Sendiri
-
Media: Kerangka Kesepakatan AS-Iran telah Mencapai 95 Persen
-
Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Begal yang Viral di Medsos
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.