Duh! PHK Massal Lagi, 3.900 Karyawan IBM Siap-siap Nganggur

Kamis, 26 Jan 2023, 14:31 WIB

SAN FRANCISCO - Perusahaan teknologi asal AS, International Business Machines (IBM) Corp., mengumumkan akan memangkas sekitar 1,5 persen tenaga kerja globalnya, menyusul pemutusan hubungan kerja serupa oleh sejumlah perusahaan besar dalam beberapa bulan terakhir.

Mengutip The Straits Times, pengurangan di IBM akan mencapai 3.900 karyawan, kata kepala keuangan James Kavanaugh pada Rabu (25/1) dalam sebuah wawancara. Pemangkasan dilakukan pada pekerja yang tersisa setelah melepaskan unit Kyndryl dan Watson Health, dan pemangkasan ini akan merugikan perusahaan US$300 juta, katanya.

Ket. Foto: Logo IBM. — Sumber: istimewa

IBM masih akan mempekerjakan karyawan di "area dengan pertumbuhan lebih tinggi", kata Kavanaugh.

"Tidak seperti banyak perusahaan lain selama dua hingga 2,5 tahun terakhir yang mempekerjakan puluhan dan ribuan orang... kami memanfaatkan digitalisasi, otomatisasi AI (kecerdasan buatan), yang mendorong efisiensi, tetapi kami berkomitmen untuk merekrut untuk riset dan pengembangan yang dihadapi klien," ujarnya.

Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan pada pertengahan satu digit dengan mata uang konstan, lebih rendah dari yang dilaporkan tahun lalu yakni 12 persen, karena permintaan yang dipicu pandemi untuk digitalisasi bisnis membuat klien berhati-hati dalam menghadapi ketakutan resesi.

IBM pada Oktober lalu menandai kelemahan dalam pemesanan baru di Eropa Barat, sementara Accenture juga mencatat kelemahan dalam bisnis konsultasinya.Cognizant Technology Solutions pada November memangkas perkiraan tahun 2022 karena mundurnya kontrak.

Pendapatan cloud hybrid IBM naik 2 persen menjadi US$6,3 miliar pada kuartal yang berakhir 31 Desember. Total pendapatan mencapai US$16,69 miliar pada periode tersebut dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar US$16,4 miliar, menurut Refinitiv.

Perusahaan berusia 110 tahun yang menghasilkan lebih dari setengah pendapatannya di luar Amerika Serikat, mengharapkan dampak valuta asing yang netral pada bisnisnya tahun ini karena dolar AS melemah.Membukukan hit valuta asing lebih dari US $1 miliar selama kuartal keempat.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.