FAO Laporkan Semakin Banyak Orang di Asia Kekurangan Makan

Rabu, 25 Jan 2023, 09:53 WIB

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Selasa (24/1) melaporkan semakin banyak orang di Asia yang kekurangan makanan karena kerawanan pangan meningkat dengan harga yang lebih tinggi dan kemiskinan yang memburuk.

Prevalensi kerawanan pangan meningkat menjadi lebih dari 29 persen pada tahun 2021 dari yang sebelumnya berada di angka 21 persen pada tahun 2014.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: AP/Ajit Solanki

Artinya, hampir setengah miliar orang dilaporkan kekurangan gizi pada 2021 dan lebih dari 1 miliar menghadapi kerawanan pangan sedang hingga parah. Di Asia, hampir 2 miliar orang atau hampir 45 persen orang tidak mampu membeli makanan sehat, berkontribusi terhadap masalah anemia dan obesitas serta kelaparan.

Di Asia Selatan, sekitar delapan dari 10 orang mengalami kekurangan gizi. Di Afghanistan, 70 persen orang menghadapi kerawanan pangan sedang atau parah karena ekonomi telah runtuh setelah Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021. Sejak saat itu, jutaan orang jatuh miskin dan kelaparan karena berhentinya bantuan asing dalam semalam.

Pandemi COVID-19 disebut FAO telah menyebabkan hilangnya pekerjaan dan gangguan secara massal. Terlebih, perang Rusia dan Ukraina juga telah mendorong naiknya harga makanan, energi, dan pupuk. Memberikan pukulan berat bagi banyak negara yang bergantung pada impor gandum, minyak nabati dan pupuk dari kedua negara tersebut.

Melansir The Associated Press, pengentasan kelaparan dan malnutrisi telah semakin mengalami kemunduran karena semakin banyak orang kehilangan sumber daya untuk mendapatkan cukup makanan.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa "perlambatan dalam perang melawan kelaparan terus berlanjut".

Laporan FAO juga menyoroti meningkatnya kerawanan pangan yang dihadapi oleh orang-orang yang pindah ke kota, di mana mereka memiliki akses yang kurang mudah ke makanan yang terjangkau.

"Mereformasi sistem pangan pertanian kita untuk menghasilkan makanan bergizi dan memastikan akses yang adil ke makanan sehat sangatlah penting," katanya.

Indeks Harga Pangan FAO telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, hingga mencapai rekor pada Maret 2022. Indeks ini turun kembali karena harga komoditas agak menurun di akhir tahun tetapi masih 28 persen di atas level tahun 2020. Naiknya harga kebutuhan pokok seperti beras, gandum, dan minyak paling keras memukul orang miskin.

Krisis ini telah mengarah pada apa yang disebut PBB sebagai krisis "5F" karena tidak cukup makanan, pakan, pupuk, bahan bakar, dan pembiayaan.

Pola makan yang tidak sehat dan makanan yang tidak memadai juga membahayakan kesehatan dan produktivitas masyarakat di masa depan, karena menyebabkan anak-anak menderita stunting dan membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.