Sejarah 24 Januari: Pesawat Boeing 707 Air India Tabrak Gunung Mont Blanc
Selasa, 24 Jan 2023, 16:55 WIBPagi hari tanggal 24 Januari 1966, menjadi hari berkabung bagi industri penerbangan India, ketika Air India Flight 101 yang terbang dari Mumbai ke London menabrak Mont Blanc di Pegunungan Alpen. Sebanyak 106 penumpang dan 11 awak yang ikut dalam penerbangan itu tewas seketika.
Kecepatan tabrakan membuat pesawat pecah menjadi potongan-potongan kecil. Gerard Devoussoux, seorang pemandu gunung yang merupakan salah satu yang pertama tiba di lokasi tabrakan, mengatakan bahwa semuanya benar-benar hancur. Bahkan, tidak ada yang bisa diidentifikasi kecuali beberapa surat dan paket.
Pesawat Boeing 707 yang diharuskan berhenti di Delhi, Beirut, dan Jenewa itu dilaporkan terlambat beberapa menit dari jadwal. Salah satu pilot maskapai kala itu telah menghubungi menara kontrol melalui radio beberapa menit sebelumnya untuk mengabarkan bahwa instrumennya berfungsi dengan baik.
Dalam komunikasi tersebut, sang pilot mengabarkan pesawat terbang pada ketinggian 19.000 kaki, atau sekitar 3.000 kaki lebih tinggi dari puncak Mont Blanc.
Masalah dimulai saat pesawat mendekati Jenewa, yang merupakan perhentian terakhirnya. Kontrol Lalu Lintas Udara (ATC) memberitahu kapten untuk mulai turun ke bandara setelah dia melewati jangkauan Mont Blanc. Namun, pilot percaya bahwa dia telah melewati pegunungan dan mulai turun. Tak lama kemudian, pesawat menabrak gunung.
Setelah kecelakaan itu, pihak berwenang Prancis melakukan penyelidikan resmi.
Laporan mereka memberikan hipotesis yang paling mungkin bahwa pilot-in-command, yang tahu saat meninggalkan Beirut bahwa salah satu sistem navigasi radio untuk pesawat, yakni VOR tidak dapat digunakan.
Pada tahun 2013, seorang pendaki gunung yang mendaki Mont Blanc menemukan kotak logam berisi batu rubi, safir, dan zamrud yang bernilai lebih dari 245.000 Euro, yang diperkirakan berasal dari salah satu dari dua penerbangan.
Penemuan permata berharga ini menjadi cerita besar saat otoritas Prancis mencari pemilik dan penerima aslinya. Sejak itu, penerima terakhir tetap tidak diketahui dan permata telah dibagi 50-50 antara pendaki dan pemerintah Chamonix.
Dalam kejadian terpisah, seorang pekerja gunung menemukan tas surat diplomatik berstempel "Di Layanan Pemerintah India, Surat Diplomatik, Kementerian Luar Negeri". Tas itu berisi bahan-bahan yang tidak terklasifikasi seperti surat kabar dan surat, termasuk salinan yang dari Hindustan Times dan surat kabar lainnya.
Berita Terkait:
-
Pemkot Jayapura: MTQ Jadi Sarana Membentuk Karakter dan Akhlak Generasi Muda Islam.
-
Disdamkarmat Bandung Siagakan Personel Mitigasi Kebakaran saat Kemarau
-
Disdik Aceh Ingatkan Dinas dan Kepsek Patuhi SPMB Daring dan Zonasi
-
AS Jatuhkan Sanksi terhadap Sudan atas Senjata Kimia
-
Presiden Prabowo Turun ke Sawah di Gorontalo, Saksikan Langsung Cara Tanam Petani di PENAS KTNA XVII.
-
Kamera Gimbal Saku DJI Osmo Terbaru Usung Lensa Ganda dan Perekaman 4K 240fps
-
Sungai Bongka, Geowisata yang Lahir dari Benturan Tiga Lempeng Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.