Rektor Universitas Terbuka Mewisuda 21 Mahasiswa di Malaysia
Senin, 23 Jan 2023, 07:04 WIBKuala Lumpur - KonsulatRI Tawau dan Rektor Universitas Terbuka (UT) Jakarta mewisuda 21 mahasiswa S1 dari Kelompok Belajar (Pokjar) Tawau.
Kepala Perwakilan RI Tawau Heni Hamidah dalam keterangan pers di Tawau, Minggu, mengatakan wisuda tersebut menjadi wisuda pertama yang dilaksanakan di Konsulat RI (KRI) Tawau.
Wisuda itu dilaksanakan bersama Rektor UT Jakarta Ojat Darojat dan dihadiri keluarga mahasiswa, staf KRI Tawau, dan Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) UT Perdamean Daulay.
Para peserta wisuda, kata Heni, semuanya adalah lulusan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yang sebagian besar merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Mereka selama ini bertugas sebagai guru lokal atau guru bantu di pusat pembelajaran masyarakat (community learning center/CLC) yang mendidik anak-anak WNI atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, khususnya di wilayah kerja KRI Tawau yang meliputi Tawau, Kalabakan, Kunak, Semporna dan Lahad Datu.
Heni mengatakan lulusan terbaik diraih Nor Asiyah dengan nilai IPK 3,37.
UT Pokjar Tawau, kata dia, dibentuk pada 2015 di bawah Koordinasi Bidang Kerja Fungsi Penerangan Sosial Budaya KRI Tawau.
Sejak pertama kali dibuka, UT Pokjar Tawau mengalami beberapa kali perubahan induk kepengurusan dan kini berada di bawah UT Pusat.
Dia mengatakan awalnya UT Pokjar Tawau hanya melayani perkuliahan bagi 23 mahasia penerima beasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk program S1 PGSD.
Sebagian besar dari mereka adalah para guru CLCsetempat, yang ingin meningkatkan kapasitas dan kompetensi guna mendukung tugasnya sebagai pengajar bersama para guru bina (tenaga pendidik yang ditugaskan Kemdikbud RI).
Pada 26 April 2018 perjanjian kerja sama ditandatangani oleh KRI Tawau dan UT sebagai dasar hukum penyelenggaraan layanan pendidikan tinggi di wilayah kerja KRI Tawau.
Tutorialtatap muka pertama digelar pada April 2015 dengan delapan kali pertemuan per semester setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00-17.00.
Jumlah tutor saat itu hanya lima orang, yang direkrut dari para guru bina yang memiliki kompetensi dan minimal berijazah magister.
Seiring perkembangannya, kata dia, hampir semua jurusan dan program studi yang ada di UT bisa dipilih oleh mahasiswa, dengan metode daring atau tatap muka tergantung program studi yang diambil.
Untuk program studi secara tatap muka, UT Pusat mengharuskan jumlah mahasiswa per kelas minimal 25-30 orang, sedangkan untuk program daring tidak dibatasi jumlah mahasiswa yang akan mengikuti.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peringatan Keras China ke Jepang: “Berhenti Campur Tangan soal Taiwan!”
-
Perenungan Akhir Tahun, Psikolog HIMPSI Tekankan Pentingnya Menghargai Diri
-
Kalah dari Everton, Aston Villa Gagal Geser City
-
Abaikan Kritik Dunia, Junta Myanmar Tetap Gelar Fase Terakhir Pemilu
-
Green House Bekasi Perlu Ditiru Daerah Lain
-
Libur Lebaran 2026, Wisatawan Serbu Taman Mini Indonesia Indah
-
Proliga 2026 : LavAni Sukses Menangkan Laga Melawan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.