Turis Harus Patuhi Prokes untuk Cegah Penularan Covid-19
Sabtu, 21 Jan 2023, 00:01 WIBJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia telah membuka pintu bagi turis atau wisatawan mancanegara dari semua negara untuk berkunjung, termasuk Tiongkok yang tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19. Syaratnya, mereka harus mematuhi penerapan protokol kesehatan.
"Wisatawan, sekali lagi, kita terbuka bagi turis dari mana pun, tapi yang kita lihat yang banyak dari Tiongkok. Yang paling penting protokol kesehatan harus dipatuhi," kata Presiden Jokowi seperti disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/1).
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi usai meninjau perbaikan homestay di Kawasan Wisata Bunaken, Sulawesi Utara.
Presiden Jokowi menyebut negara Tiongkok saat ini telah memperketat akses keluar bagi warganya yang akan berujung ke negara lain. Mereka sebelum ke luar negeri, pemerintah Tiongkok sudah memeriksa warganya. Hal itu menjadi jaminan wisatawan dari Tiongkok itu aman.
Tujuan Wisatawan
Selain itu, Presiden Jokowi menyebut pada awal bulan Februari 2023 wisatawan dari Tiongkok akan berbondong-bondong masuk ke Manado, Sulawesi Utara, khususnya ke Bunaken bisa menjadi tujuan.
"Jadi kita tidak perlu khawatir. Kedua, imunitas kita ini sudah pada posisi di angka 98,5," kata Jokowi.
Sebelumnya, Kepala Epidemologis Tiongkok, Wu Zunyou mengatakan Tiongkok saat ini berada di urutan pertama dari gelombang ketiga Covid-19 pada musim dingin ini. Jumlah kasus Covid-19 diprediksi akan mengalami lonjakan lagi menyusul tradisi pulang kampung dalam perayaan Imlek.
Sejak 7 Desember 2022, belum ada kasus kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan. Kenaikan kasus Covid-19 di Tiongkok bersamaan dengan dilonggarkannya sejumlah aturan Covid-19 menyusul protes dari masyarakat. Tiongkok telah menjadi salah satu negara yang sangat ketat memberlakukan aturan Covid-19 dengan menargetkan nol kasus virus korona.
Di antara aturan Covid-19 yang diakhiri adalah tidak ada lagi tes massal Covid-19. Tiongkok melaporkan per 17 Desember 2022, ada sekitar 2.097 kasus baru Covid-19. Namun, angka itu diragukan apakah itu mencakup jumlah yang sebenarnya.
Di Beijing, penyebaran varian baru Covid-19 Omicron menyebar lewat pengiriman makanan hingga parsel. Sejumlah rumah duka dan krematiorium di penjuru Beijing terseok-seok memenuhi permintaan terlebih adanya kekurangan pegawai karena mereka jatuh sakit.
Sementara itu seperti dikutip dari Antara, data awal menunjukkan Covid-19 masih menjadi penyebab utama kematian di Amerika Serikat (AS) pada 2022, seperti disampaikan CNN dalam laporan baru-baru ini.
Seperti dikutip dari Antara, Jumat (20/1), Covid-19 telah menewaskan lebih dari satu juta warga di AS sejak dimulainya pandemi, dan harapan hidup menurun menyusut 2,5 tahun sejak 2020, kata laporan itu pada Selasa (17/1).
Pengamatan awal pada data dari 2022 menunjukkan kematian akibat Covid-19 secara signifikan lebih sedikit pada tahun ketiga pandemi dibandingkan pada dua tahun pertama, menurut laporan tersebut.
Lebih dari 267.000 orang meninggal karena Covid-19 pada 2022, menurut data awal dari Universitas Johns Hopkins, dibandingkan dengan lebih dari 350.000 kematian akibat Covid-19 pada 2020 dan lebih dari 475.000 kematian akibat Covid-19 pada 2021.
Meskipun jumlah kematian lebih rendah, Covid-19 kemungkinan akan tetap menjadi penyebab kematian urutan ketiga di AS pada 2022 untuk tahun ketiga secara beruntun, sebut laporan itu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.