Kanselir Jerman Olaf Scholz Bungkam Soal Tank Leopard untuk Ukraina

Kamis, 19 Jan 2023, 15:00 WIB

DAVOS - Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Rabu (18/1) menjanjikan dukungan negaranya untuk Ukraina "selama diperlukan" tanpa menyebutkan soal tank, meskipun ada tekanan internasional segera mengirim bantuan militer ke Kiev.

Negara-negara sekutu Eropa memohon kepada kanselir Jerman untuk menyetujui ekspor kendaraan berat, tank Leopard, buatan Jerman untuk membantu Ukraina mengusir Rusia dari negara itu.

Ket. Foto: Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu (18/1). — Sumber: AFP

Sejumlah pihak mengharapkan adanya pengumuman saat Scholz berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu, sehari setelah para pemimpin Uni Eropa mendorongnya untuk mengambil keputusan di acara yang sama.

Tapi Scholz tidak menyebutkan tank, hanya bersikeras bahwa Jerman "terus memasok Ukraina dengan senjata dalam jumlah besar, dalam konsultasi yang erat dengan mitra kami".

Usai pidato, Scholz ditanya langsung tentang keraguan Jerman tentang masalah tersebut.

Tetapi sementara ia menyebutkan senjata dari sistem pertahanan udara Iris-T hingga beberapa peluncur roket dan kendaraan lapis baja Marder, Scholz tidak menyebutkan Leopard yang ditunggu-tunggu banyak pihak.

Sebaliknya, dia mengulangi pernyataan: "kami tidak hanya mendukung Ukraina dengan sarana keuangan dengan bantuan kemanusiaan tetapi juga dengan banyak senjata".

"Kami tidak pernah melakukan sesuatu sendirian tetapi bersama dengan orang lain, terutama Amerika Serikat," tambahnya.

Para pemimpin dan menteri dari Finlandia, Lituania, Polandia, dan Inggris bergabung untuk menuntut Berlin memberi lampu hijau pada ekspor Leopard ke Ukraina.

Negara-negara Barat yang mendukung Ukraina akan bertemu di pangkalan militer Ramstein yang dikelola AS di Jerman pada Jumat mendatang untuk mengkoordinasikan janji mereka untuk Ukraina.

Walikota Kiev Vitali Klitschko mengatakan pada Rabu, dia memiliki "sinyal yang sangat bagus dan positif" bahwa senjata baru akan diumumkan untuk Ukraina pada pertemuan tersebut.

Sejak awal konflik, Jerman berulang kali dikritik karena keengganannya mengirim senjata ke Ukraina.

Masalah ini akan menjadi salah satu yang paling mendesak Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang baru menjabat pada Selasa lalu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.