Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengangguran di Dunia pada Tahun 2023 Akan Meningkat 3 Juta

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pengangguran di Dunia pada Tahun 2023 Akan Meningkat 3 Juta Doc: ISTIMEWA
Ket. Tanda “sedang merekrut” ditampilkan di Massachusetts, AS

LONDON - Pertumbuhan lapangan kerja global diperkirakan akan anjlok tajam menjadi 1,0 persen tahun ini dibandingkan dengan 2,0 persen pada tahun 2022. Hal ini diikuti dengan pengangguran di dunia pada tahun 2023 akan meningkat sebesar tiga juta.

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organisation (ILO), Senin (16/1), penurunan jumlah lapangan kerja terpukul oleh dampak ekonomi dari perang di Ukraina, inflasi tinggi, dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pada saat yang sama, jumlah pengangguran di dunia diperkirakan akan meningkat sebesar tiga juta menjadi 208 juta pada tahun 2023, sementara inflasi akan menggerogoti upah riil, kata ILO, dalam sebuah laporan tentang tren global.

Kelangkaan pekerjaan baru akan melanda negara-negara pada saat banyak negara masih belum pulih dari guncangan ekonomi akibat pandemi global dan virus korona menyerang Tiongkok setelah Beijing mencabut pembatasan penguncian yang ketat.

"Perlambatan pertumbuhan lapangan kerja global berarti kami tidak memperkirakan kerugian yang terjadi selama krisis Covid-19 akan pulih sebelum tahun 2025," kata Richard Samans, Direktur Departemen Riset ILO dan koordinator laporan yang baru diterbitkan.

Kemajuan dalam mengurangi jumlah pekerjaan informal di dunia juga kemungkinan akan berbalik arah di tahun-tahun mendatang.

Perkiraan pekerjaan global lebih rendah dari perkiraan ILO sebelumnya yaitu pertumbuhan 1,5 persen untuk tahun 2023.

"Perlambatan saat ini berarti banyak pekerja harus menerima pekerjaan dengan kualitas lebih rendah, sering kali dengan gaji yang sangat rendah, terkadang dengan jam kerja yang tidak mencukupi," kata ILO.

Semakin Memburuk

Menurut ILO, situasi dapat semakin memburuk jika ekonomi global melambat. "Selain itu, karena harga-harga naik lebih cepat daripada pendapatan nominal tenaga kerja, krisis biaya hidup berisiko mendorong lebih banyak orang ke dalam kemiskinan," tambah ILO.

Sebelumnya, Kepala Divisi Kebijakan Ketenagakerjaan ILO, Sangheon Lee, menyatakan pemulihan pada lapangan pekerjaan di negara berkembang perlu memperhatikan strategi pembiayaan yang efektif.

"Mereka (negara berpenghasilan rendah) membutuhkan cara yang kredibel dan juga strategi pembiayaan yang efektif," kata Lee.

Lee menyatakan hal ini harus dilakukan mengingat terjadi ketimpangan pemulihan termasuk terkait lapangan pekerjaan antara negara maju dan negara berkembang sebagai dampak pandemi Covid-19.

Ia menuturkan dalam menciptakan strategi pembiayaan yang efektif maka negara berkembang harus memperkuat kerja samanya dengan para pemain multilateral termasuk lembaga keuangan internasional. "Kami sangat khawatir dengan tren berbeda dalam pemulihan. Kita berbicara tentang pemulihan yang terlalu cepat namun situasi di berbagai negara terutama negara berpenghasilan rendah masih berlanjut," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Target ekspor industri mebe...

Final Kejurnas GTX Motocross 2026

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Daerah
Disbudpar: Pemkab Siapkan R...
Megapolitan
Polisi Tangkap Pria DA, Did...
Megapolitan
Pria 42 Tahun Diduga Curi M...

Tradisi Hekente di Wakatobi

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Tradisi Hekente di Wakatobi
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.