Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Laporkan 2022 Sebagai Tahun Terpanas Kedelapan Sepanjang Sejarah

📅 Senin, 16 Jan 2023, 11:09 WIB | Oleh:
PBB Laporkan 2022 Sebagai Tahun Terpanas Kedelapan Sepanjang Sejarah Doc: Climate-xchange
Ket. Ilustrasi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasi bahwa delapan tahun terakhir menjadi tahun dengan suhu rata-rata terpanas sejak pencatatan dimulai.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pekan lalu melaporkan, suhu global rata-rata pada 2022, ketika dunia menghadapi serangkaian bencana alam yang belum pernah terjadi sebelumnya, berada di angka 1,15 derajat Celcius di atas suhu rata-rata yang tercatat pada masa pra industrial.

Menjadikannya sebagai tahun kedelapan berturut-turut di mana suhu global tahunan setidaknya berada satu derajat di atas suhu semasa tingkat pra-industri antara tahun 1850 dan 1900.

WMO sendiri mencatat tahun terpanas dalam sejarah masih dipegang oleh 2016, diikuti tahun 2019 dan 2020.

Walau begitu, Kepala Administrasi NASA AS, Bill Nelson pada Kamis (12/1) menggambarkannya sebagai "mengkhawatirkan".

Perjanjian Paris atau Paris Agreement, yang disepakati oleh hampir semua negara di dunia pada tahun 2015, menyerukan pembatasan pemanasan global pada 1,5 derajat Celcius. Angka ini disepakati untuk membatasi dampak iklim ke tingkat yang dapat dikelola.

Akan tetapi, WMO pada Kamis (12/1) memperingatkan bahwa kemungkinan untuk menembus batas 1,5 derajat Celcius meningkat seiring waktu.

Sementara itu, Pemantau iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa dalam laporan tahunannya mengatakan bahwa wilayah kutub planet ini telah mencatatkan rekor suhu pada tahun lalu, seperti halnya sebagian besar wilayah Timur Tengah, Tiongkok, Asia Tengah, dan Afrika utara.

Melansir TRT, Eropa bahkan mengalami tahun terpanas kedua sepanjang sejarah, saat Prancis, Inggris, Spanyol, dan Italia mencetak rekor suhu rata-rata baru dan gelombang panas di seluruh benua yang turut diperparah dengan kondisi kekeringan yang parah.

"Sejak 1980-an, setiap dekade lebih hangat dari dekade sebelumnya," katanya.

direktur Institut Studi Antariksa Goddard NASA, Gavin Schmidt, mengatakan tindakan kolektif diperlukan sekarang, tetapi tidak akan pernah ada kata terlambat untuk membuat keputusan yang lebih baik.

"Pemanasan di masa depan adalah fungsi dari emisi karbon dioksida di masa depan," kata Schmidt.

"Kapan pun di masa depan, kita dapat memutuskan untuk melakukan sesuatu yang akan mengurangi emisi dan mengurangi suhu di masa depan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.