Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelestarian Satwa, Kelompok Warga di Manggarai Barat Telah Melepas 1.800 Penyu

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 14:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Satwa, Kelompok Warga di Manggarai Barat Telah Melepas 1.800 Penyu Doc: ANTARA/HO
Ket. Warga Desa Nanga Bere di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melepas anak penyu atau tukik ke TNP Laut Sawu.

Labuan Bajo - Warga yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas Bangko Bersatu di Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah melepasliarkansekitar 1.800 penyu ke Taman Nasional Perairan Laut Sawusejak tahun2021 sampai 2022.

"Melepasliarkan penyu adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung pelestarian penyu," kata Ketua Ikatan Pemuda Peduli Konservasi Fadil Mubaraqselaku anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas)Bangko Bersatu ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Ahad.

Sejak dibentuk pada tahun 2017, PokmaswasBangko Bersatu menjalankan berbagai upaya untuk melestarikan populasi penyu, termasuk melakukan penangkaran dan pelepasliaranpenyu ke Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawuserta kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pelestarian penyu.

Kelompok pengawas yang dibentuk oleh pengelola TNPLaut Sawuitu juga mendukung upaya pemantauan populasi penyu dan budi daya mangrove.

PokmaswasBangko Bersatu mulai melakukan upaya penyelamatan telur penyu pada9 Mei 2017 dan selama tahun 2017 kelompok itu melepaskan 676 anak penyu atau tukik ke TNP Laut Sawu.

Sebelumnya kelestarian penyu di daerahLembor Selatan terancam karena warga mengambil telur penyu dan menangkap penyu untuk dijual atau dikonsumsi.

Fadil mengatakan bahwa sekarang warga tidak lagi mengambil telur penyu dan menangkap penyu untuk dijual atau dikonsumsi berkat upaya penyuluhan dan edukasi yang terus dilakukan untuk melestarikan populasi penyu.

Menurut dia, warga umumnya kini telah memahami pentingnya upaya konservasi alam bagi kelangsungan hidup mereka.

"Karena alam dan manusia bergantung satu sama lain. Jadi, kami wajib untuk menjaga alam, agar alam tetap bisa menjaga kita," katanya.

Para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Peduli Konservasi (IPPK) terlibat dalam upaya pelestarian penyu yang dilakukan olehPokmaswas Bangko Bersatu.

Mereka memanfaatkan media sosial untuk mengkampanyekan upaya pelestarian penyu. Selain itu, mereka tahun ini membangun pusat pelestarian penyu yang dinamaiBeolejongpenyu.

"Kami sudah berkomitmen untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu daerah percontohan pelestarian penyu di daratan Flores dan Indonesia," kata Fadil.

Dia berharap selanjutnya dukungan terhadap upaya pelestarian penyu di wilayah Kecamatan Lembor Selatan semakin meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.