Ribuan Umat Antar Paus Emeritus Benediktus XVI ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Jumat, 06 Jan 2023, 00:00 WIB

Diiringi suara lonceng yang berdentang, 12 pengusung jenazah membawa peti mati kayu dari Paus Emeritus Benediktus XVI, keluar dari Basilika Santo Petrus dan meletakkannya di hadapan ribuan umat yang berkumpul di alun-alun untuk pemakamannya, Kamis (5/1).

Dilansir oleh The Straits Times, tepuk tangan pecah di lapangan terbuka berbatu yang diselimuti kabut, sebagai tanda penghormatan kepada Paus Benediktus, pahlawan konservatif Katolik Roma yang mengejutkan dunia setelah mengundurkan diri hampir satu dekade lalu.

Ket. Foto: PEMAKAMAN PAUS EMERITUS BENEDIKTUS XVI I Para pengusung jenazah membawa peti mati Paus Emeritus Benediktus XVI di depan Paus Fransiskus pada akhir misa pemakamannya di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Kamis (5/1). — Sumber: ALBERTO PIZZOLI / AFP

Paus Fransiskus tiba di alun-alun dengan kursi roda untuk memimpin misa. Mengalami gangguan sakit lutut, Paus Fransiskus duduk di kursi sambil memandangi peti mati, sedikit membungkuk dan berwajah murung saat paduan suara menyanyikan lagu dalam bahasa Latin.

Sejumlah kardinal, uskup, dan pastor dari seluruh dunia, segelintir kepala negara dan ribuan umat menghadiri upacara di luar ruangan saat matahari perlahan menembus kabut.

Di antara mereka yang menghadiri pemakaman adalah orang Jerman dengan pakaian tradisional Bavaria yang membawa bendera dan standar wilayah Jerman tempat Paus Benediktus dilahirkan.

"Meskipun pada usia kami, kami masih anak-anak ketika beliau menjadi Paus, beliau meninggalkan jejaknya," kata Xavier Mora (24 tahun), warga Spanyol yang sedang belajar untuk menjadi imam di Roma, kepada Reuters.

"Kami telah mempelajari teologinya selama tiga tahun dan meskipun kami tidak mengenalnya secara pribadi, kami sangat menyayangi dan menghargainya," katanya.

Paus Benediktus yang terlahir dengan nama Joseph Ratzinger, meninggal pada Sabtu (31/12) dalam usia 95 tahun, mengakhiri situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena dua "pria berbaju putih", dia dan Paus Fransiskus, tinggal di Vatikan. "Diperkirakan 195.000 orang telah memberikan penghormatan selama tiga hari persemayaman kenegaraan di basilika," kata Vatikan.

Pada Rabu malam, jenazahnya dipindahkan ke peti mati berbahan kayu pohon cemara untuk pemakaman. Paus Benediktus kemudian akan dikebumikan di sebuah makam di ruang bawah tanah di bawah Basilika, tempat jenazah Yohanes Paulus II disemayamkan sebelum dipindahkan untuk beatifikasinya pada 2011. Ia dijadikan santo pada 2014.

Hari Berkabung Nasional

Portugal pada Kamis telah mengumumkan hari berkabung nasional, sementara Italia memerintahkan agar bendera di seluruh negeri dikibarkan setengah tiang. Di Jerman, lonceng gereja akan berbunyi pada jam 11 pagi untuk mengenang Paus asal Jerman pertama dalam 1.000 tahun.

Ribuan orang yang mengantre minggu ini untuk melihat jenazah Paus Benediktus termasuk campuran umat Katolik dan turis yang penasaran.

"Terlepas dari apa yang dipikirkan sebagian orang, bagi saya pribadi beliau adalah seorang Bapa, dalam iman dan juga model pelayanan, kerendahan hati dan pencarian kebenaran," kata seorang peziarah, Marco Felini.

Paus Benediktus adalah seorang teolog yang brilian. Delapan tahun sebagai kepala Gereja Katolik sedunia juga ditandai dengan krisis, mulai dari pertikaian di dalam Vatikan hingga skandal global pelecehan seksual oleh para klerikal dan penyembunyiannya.

Ketika berhenti, Paus Benediktus mengatakan dia tidak lagi memiliki "kekuatan pikiran dan tubuh" yang diperlukan untuk tugas itu, pensiun ke kehidupan yang tenang di sebuah biara di taman Vatikan.

Paus Benediktus dan Fransiskus, seorang Jesuit Argentina, dikatakan rukun, tetapi intervensi Benediktus kemudian berarti dia tetap menjadi pembawa standar bagi umat Katolik konservatif yang tidak menyukai sikap penggantinya yang lebih liberal.

Paus Fransiskus yang memuji Benediktus dengan sebutan "mulia, baik hati" setelah kematiannya di biara, sekarang memiliki pengalaman yang tidak biasa dalam memimpin pemakamannya.

Terakhir kali seorang Paus memimpin pemakaman pendahulunya adalah pada 1802, ketika Pius VII memimpin upacara untuk Pius VI, tetapi situasinya sangat berbeda.

Paus Pius VI meninggal pada 1799 di pengasingan, menjadi tawanan Prancis, dan dimakamkan di Valence. Penggantinya meminta jenazahnya digali dan dibawa kembali ke Italia, sebelum dia ditempatkan di pemakaman kepausan di St Peter's.

Sekitar 1.000 polisi menjaga keamanan di pemakaman, didukung oleh banyak warga sipil dari dinas perlindungan sipil Italia, dengan kehadiran lebih dari 1.000 jurnalis terakreditasi. Ruang udara di sekitar Tahta Suci yang kecil telah ditutup untuk hari itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.