Stok Beras Natal Capai 41.000 Ton

Kamis, 22 Des 2022, 07:11 WIB

JAKARTA - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, menginformasikan total stok beras selama Natal dan Tahun Baru untuk Jakarta sebanyak 41.000 ton."Pokoknya untuk Natal dan Tahun Baru aman. Food Station, termasuk yang ada di Pasar Induk Cipinang, memiliki stok beras 41.000 ton," kata Pamrihadi.

Sedangkan untuk mengamankan stok beras setelah Tahun Baru ada stok beras 6.000 ton yang tiba dari Sumatera Selatan."Ini sifatnya untuk antisipasi. Kan stok akan terus berkurang. Manakala berkurangnya tajam, kita punya stok 6.000 ton," tutur Pamrihadi.

Ket. Foto: PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. — Sumber: ANTARA/Galih Pradipta

Selain itu, Parimhadi juga menstok pangan lainnya seperti telur ayam sebanyak 20 ton. Selama ini, dia sudah menjual 250 ton telur ayam di pasar murah untuk membantu warga."Kami juga memiliki stok minyak goreng 60 ton kepunyaan food station, khusus untuk Natal dan Tahun Baru," jelas Parimhadi.Dia memastikan stok minyak aman.

Tekan Inflasi

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Ketahanan Pangan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi dengan cara menjaga kestabilan harga dan ketersediaan stok pangan.

"Kami memastikan pasokan komoditas pangan strategis, memperlancar distribusi pangan, serta membangun komunikasi efektif dan memperluas cakupan kerja sama antardaerah," kata Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/12).

Heru mengatakan, dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI terus meningkatkan sinergi untuk menjaga ketahanan pangan. Selain itu, memastikan bahwa pasokan pangan untuk masyarakat Jakarta dalam kondisi stabil. Kemudian, harga pangan terjangkau.

Menurut Heru, ada beberapa bahan pokok yang naik seperti telur dan beras, tapi tidak signifikan. Food Station (BUMD Cluster Pangan) memastikan stok pangan dalam kondisi safety dan stabil. "Semua terjaga dengan baik," ujar Heru.

Lebih jauh Heru menjelaskan, saat ini DKI berhasil menjaga inflasi November sebesar 0,05 persen secara bulanan. Sedang inflasi tahunan, inflasi year to date Jakarta mencapai 3,64 persen dan secara year on year inflasi Jakarta 4,11 persen. Capaian tersebut cukup baik.

"Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia, OJK, Bulog, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, BPKP, Kajati, Perangkat Daerah, BUMD Pangan, serta Bank DKI yang telah bekerja keras mengendalikan inflasi Jakarta," tutur Heru.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Yohanes Abimanyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.