• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Virus MERS-CoV Hantui Pial...

Virus MERS-CoV Hantui Piala Dunia 2022 di Qatar, Sejumlah Negara Siaga

Selasa, 13 Des 2022, 18:34 WIB

Pakar kesehatan dari berbagai negara memperingatkan ancaman penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) atau 'flu unta' di tengah penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Para ahli yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia itu dapat menimbulkan potensi risiko penyakit menular.

Ket. Foto: Penggemar sepak bola berfoto dengan unta di Qatar. — Sumber: AP

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) telah mengeluarkan desakan bagi para tenaga kesehatan di negara itu untuk memperhatikan orang yang menderita demam dan kesulitan bernapas.

"Risiko infeksi pada penduduk Inggris sangat rendah tetapi mungkin lebih tinggi pada mereka yang terpapar faktor risiko tertentu di wilayah tersebut, seperti unta," kata UKHSA, seperti dilansir The Sun.

Menurut data UKHSA, setidaknya ada 2.600 kasus MERS yang dikonfirmasi laboratorium dan menyebabkan 935 kematian secara global dari April 2012 hingga Oktober 2022.

Senada, Kementerian Kesehatan Australia mengimbau penggemar sepak bola yang kembali dari Qatar harus waspada terhadap MERS.

Lembaga itu juga meminta orang-orang untuk mengurangi risiko tertular infeksi dengan senantiasa menjaga kebersihan, menghindari kontak dekat dengan unta dan menghindari konsumsi daging mentah dan susu unta.

Apa itu MERS-CoV alias flu unta?

Menurut WHO, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit pernapasan virus yang disebabkan oleh MERS-CoV yang pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada tahun 2012.

Ini adalah virus zoonosis, yang ditularkan antara hewan dan manusia. Lebih lanjut dikatakan bahwa virus telah diidentifikasi dan dikaitkan dengan infeksi manusia pada unta dromedaris di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan.

WHO lebih lanjut mengatakan bahwa penularan dari manusia ke manusia dimungkinkan dan telah terjadi terutama di antara kontak dekat.

Pencegahan dan pengobatan

Sejauh ini, tidak ada vaksin atau pengobatan khusus untuk MERS, namun beberapa vaksin dan pengobatan khusus MERS-CoV sedang dalam pengembangan klinis.

Dengan tidak adanya terapi khusus MERS, pengobatan pasien MERS bersifat suportif dan berdasarkan kondisi klinis pasien.

Sebagai tindakan pencegahan umum, siapa pun yang mengunjungi peternakan, pasar, lumbung, atau tempat lain di mana unta dromedaris dan hewan lainnya hadir harus melakukan tindakan kebersihan umum, termasuk mencuci tangan secara teratur sebelum dan sesudah menyentuh hewan, dan harus menghindari kontak dengan hewan yang sakit.

WHO juga mengimbau untuk tidak mengonsumsi produk hewani dalam kondisi mentah atau setengah matang, termasuk susu dan daging karena memiliki risiko tinggi infeksi dari berbagai patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.