Pernyataan Kontroversial Efendi Simbolon di Ruang Publik Memantik Bara Keluarga Besar TNI dan Amarah Rakyat Indonesia

Senin, 12 Des 2022, 16:03 WIB

JAKARTA - Koordinator Ikatan Rakyat Aktivis Reformasi (IKRAR) Yaser Hatim mengatakan pernyataan kontroversial Efendi Simbolon yang menyebutkan ada rencana Jokowi untuk merotasi jabatan KASAL, KSAU, hingga KSAD.

"Kami mengajukan pengaduan pada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MKD DPR-RI) tentang Dugaan Pelanggaran Kode Etik DPR," kata Koordinator Ikatan Rakyat Aktivis Reformasi Yaser Hatim ditemui di Jakarta, Senin (12/12).

Ket. Foto: Koordinator Ikatan Rakyat Aktivis Reformasi (IKRAR) Yaser Hatim saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (12/12).  — Sumber: Istimewa

Yaser mengatakan pernyataan atau ujaran kebencian terhadap Institusi TNI secara umum dan Para Kepala Staf, Pangkostrad dan Danjen Kopassus dugaan adanya upaya menggiring opini public untuk menstigma negative Para Kepala Staf TNI, Pangkostrad dan Danjen Kopassus.

"Kalau menurut saya ini mengintervensi Kewenangan Presiden, memecah belah atau membenturkan antara Presiden dengan Panglima TNI dan Kepala Staf serta Pangkostrad dan Danjen Kopasus oleh Efendi Simbolon selaku Anggota DPR-RI, Sabtu 03 Desember 2022 yang disampaikan kepada media nasional," ujarnya.

Menurut Yaser, sebagai pertimbangan yang dapat dijadikan dasar Pengaduan ini, seperti pelanggaran kode etik bab II bagian ke-1, kepentingan umum Pasal 2 ayat 1.

"Jadi anggota dalam setiap tindakannya harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan," jelasnya.

Yaser menambahkan seluruh keluarga besar TNI dan rakyat Indonesia namun hal ini terulang Kembali dan tidak ada efek jera.

Pernyataan Efendi Simbolon, lanjut Yaser cenderung tendensi pribadi karena dilatarbelakangi pernyataan sebelumnya yang menyatakan "TNI seperti Gerombolan" dan perselisihan dengan Kepala Staf Angkatan Darat.

"Padahal saudara Effendi Simbolon sudah diproses sidang pelanggaran kode etik oleh MKD dan sudah meminta maaf," tuturnya.

Selain itu, kata Yaser, sambil menunggu proses pergantian total, mungkin awal tahun? Ganti semua, jebret," tambahnya. Menurutnya, Effendi menyebut Komandan Jenderal Kopassus hingga Panglima Kostrad juga bakal kena rotasi.

"Ditambah lagi pernyataa yang disampaikan pada rekan-rekan media online pada Sabtu, 3 Desember 2022, memantik bara keluarga besar TNI dan amarah Rakyat Indonesia. Hal ini terjadi karena sebelumnya saudars Efendi Simbolon melontarkan pernyataan yang menyakiti Keluarga besar TNI dengan menyebut," ucapnya.

Yaser menambahkan pernyata Effendi Simbolon yang menyebutkan TNI seperti gerombolan, bahkan lebih parah dari ormas" gelombang protes dari seluruh prajurit TNI dan keluarga besar TNI serta Rakyat Indonesia.

"Tidak hanya itu lontaran pernyataan Efendi Simbolon menguak persoalan personal Kasad Jenderal Dudung Abdurahman dan keretakan hubungan Kasad dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada rapat Komisi I DPR-RI yang disiarkan secara langsung dan terbuka," paparnya.

Kendati begitu, Yaser mengaku diskusi yang terjadi di rapat Komisi I menjadi konsumsi public dari hal yang positif sampai negative secara langsung diperhatikan rakyat Indonesia.

"Apalagi mengenai pernyataan kontroversial Efendi Simbolon yang menyinggung dan menyakiti keluarga besar TNI, memantik gelombang protes dan berujung dilaporkan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD-DPR RI) berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik karena pernyataan dan narasi yang disampaikan Efendi Simbolon berpotensi memecah belah bangsa," ucapnya lagi.

Proses penanganan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan MKD - DPR RI mengenai pernyataan Efendi Simbolon hanya menghasilkan permintaan maaf dan tidak ada pemberian sanksi kepada yang bersangkutan.

"Padahal pernyataan dan narasi yang dibangun merusak tatanan Institusi TNI dan gelombang protes dari keluarga besar TNI dan Rakyat Indonesia," sambungnya.

"Effendi Simbolon merupakan representasi rakyat yang seharusnya menjaga sikap, perilaku dan perbuatan dari hal - hal yang dapat memancing kegaduhan apalagi merusak tatanan bangsa," tandasnya.

Sebelum, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI-P Effendi Simbolon menjelaskan maksud dari pernyataan yang pernah disampaikannya dalam rapat kerja (raker) bersama Kementerian Pertahanan dan TNI.

Saat itu, Effendi Simbolon sempat menyebut TNI seperti 'gerombolan lebih-lebih organisasi masyarakat (ormas)'.

Awalnya, Effendi menjelaskan Komisi I DPR pada Senin (5/9), menggelar rapat kerja bersama Kemhan, Panglima TNI, dan para kepala staf angkatan.

"Pokok bahasan dalam raker adalah pembahasan anggaran RKL Tahun 2023 dan juga membahas isu-isu aktual," ujar Effendi dalam jumpa pers di Gedung DPR, Rabu (14/9).

Redaktur: M. Fachri

Penulis: M. Fachri

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.