Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukrida Gandeng Gereja Perkuat Program Kemanusiaan

📅 Minggu, 30 Okt 2022, 12:00 WIB | Oleh:
Ukrida Gandeng Gereja Perkuat Program Kemanusiaan Doc: istimewa
Ket. Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Wani Devita Gunardi (kedua kanan bawah) bersama para perwakilan pendeta usai diskusi, di Jakarta, Sabtu (29/10).

JAKARTA - Rektor Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Wani Devita Gunardi, mengatakan pihaknya menggandeng gereja untuk memperkuat program kemanusiaan ke berbagai daerah. Hal ini sekaligus mengimplementasikan visi Ukrida menjadi perguruan tinggi unggul di level nasional dan internasional berdasarkan nilai Kristiani.

"Dengan bergandengan tangan antara gereja sebagai pemiliknya, Ukrida berkomitmen untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi sesama," ujar Wani, usai bertemu dengan para perwakilan gereja, di Jakarta, Minggu (30/10).

Dia mencontohkan salah satu program kemanusiaan dalam rangka pemerataan pendidikan. Sejak 2019 sampai 2022, Ukrida telah memberikan beasiswa bagi 61 putra putri Papua.

"Sebagai perwujudan nilai Kristiani, Ukrida bukan hanya menerima mahasiswa yang mampu secara finansial dan di Jakarta, tetapi juga mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Papua, yang membutuhkan dukungan beasiswa," tandasnya.

Direktur Rumah Sakit Ukrida Eka Widrian Suradji mengungkapkan, pihaknya berkomitmen mengobati dengan kasih dan merawat dengan hati. Di sisi lain, pihaknya juga terus mengembangkan kualitas sebagai rumah sakit pendidikan.

Dia menerangkan, sejak Juli 2022, RS Ukrida menjadi RS Tipe C yang menawarkan harga terjangkau dan berkeadilan bagi pasien. Hal ini untuk menjawab adanya anggapan negatif masyarakat terhadap rumah sakit yang komersial.

"RS UKRIDA juga melayani pasien tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. Sejak Januari 2022 RS Ukrida menerima pasien dengan layanan BPJS," jelasnya.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menyampaikan, kepedulian gereja-gereja di Indonesia terhadap masyarakat miskin sudah dimulai sejak 970. Menurutnya, gereja bisa kembali mengirimkan para pemuda terlatih untuk menjadi penggerak pembangunan desa.

"Ini merupakan pembangunan desa melalui pemberdayaan atau pengembangan masyarakat. Sayangnya, kegiatan ini berhenti, padahal motivator penggerak desa ini adalah cara kreatif dan efektif mengentaskan kemiskinan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.