Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Kian Masif, BI Sebut sekitar 25 juta Pengguna Tersambung QRIS dan BI-FAST

📅 Kamis, 08 Sep 2022, 18:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi Kian Masif, BI Sebut sekitar 25 juta Pengguna Tersambung QRIS dan BI-FAST Doc: ANTARA/ Agatha Olivia Victoria
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2022, yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga saat ini hampir 25 juta pengguna telah tersambung platform digital nasional, yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan BI-FAST Payment.

Dari angka tersebut, sebanyak 20,5 juta UMKM Indonesia sudah tersambung QRIS dan BI-FAST.

"Digital adalah dunia sekarang dan masa depan, anak anak kita terbiasa dengan digitalisasi," kata Gubernur BI Perry dalam Upacara Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (8/9).

QRIS dan BI-FAST kini sudah tersambung dengan Thailand, sehingga jika masyarakat Indonesia pergi ke negara tersebut, cukup melakukan pembayaran melalui QRIS dan BI-FAST.

Selain itu, kata dia, uji coba QRIS dan BI-FAST dengan Malaysia juga sedang berlangsung sehingga sebentar lagi sistem pembayaran Indonesia akan tersambung dengan Negeri Jiran tersebut.

Kemudian, pada 2024, QRIS dan BI-FAST akan disambungkan ke Singapura dan di tahun 2025 dengan Filipina. Dengan demikian nantinya QRIS dan BI-FAST akan tersambung dengan negara ASEAN-5.

Selain QRIS dan BI-FAST, Perry menjelaskan kerja sama mata uang lokal (local currency settlement/LCS) juga akan berlaku di negara-negara tersebut.

"Nanti, saat membayar tidak perlu lagi rupiah ke dollar AS, dollar AS ke baht Thailand, dan lainnya. Langsung saja dari rupiah ke baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dollar Singapura, hanya dalam hitungan detik," tuturnya.

Tak hanya usaha konvensional, dirinya menyebutkan pondok pesantren pun kini sudah menjadi pusat pengembangan digitalisasi seperti QRIS dan BI-FAST, sehingga tidak hanya menjadi pusat ekonomi keuangan syariah.

Masifnya digitalisasi di pondok pesantren, utamanya dilakukan dalam pembayaran transaksi penjualan produk-produk UMKM di sana.

Kemudian, pemberian zakat, infak, sedekah, dan sebagainya pun di pondok pesantren saat ini sudah menggunakan QRIS maupun BI-FAST.

"Mari kita terus digitalkan pondok-pondok pesantren kita, ekonomi keuangan syariah di Jawa, Jawa Timur, dan kemudian kita sambungkan ke dunia," tegas Perry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.