Dihantui Krisis Serius, Jokowi Perintahkan BMKG Siap Siaga Lakukan Ini Demi Selamatkan Stok Pangan

Selasa, 09 Agu 2022, 08:06 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengidentifikasi risiko perubahan iklim dan menyusun langkah antisipasi terkait perubahan yang disebut mampu memengaruhi ketahanan pangan.

"Mengidentifikasi, adaptasi apa saja yang bisa kita lakukan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan peralatan untuk pemodelan cuaca dan iklim yang menggabungkan informasi dari teknologi satelit," ujar Jokowi dalam sambutan Rapat Koordinasi Nasional BMKG 2022 secara daring dipantau di Jakarta, pada Senin (8/8).

Ket. Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi). — Sumber: Istimewa

Tak hanya itu, sosok nomor satu di Indonesia itu juga meminta BMKG memperkuat layanan informasi dan literasi, terutama di wilayah pertanian dan perikanan supaya para petani dan nelayan bisa mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim.

"Dampak dari perubahan iklim ini sangat serius. Kita perlu memiliki kebijakan dan sistem yang teruji dan tangguh untuk menjamin ketahanan pangan secara merata dan berkesinambungan serta sistem peringatan dini ketika bencana akan terjadi," ujarnya.

Ia mengimbau BMKG harus mampu berfungsi untuk mengawasi, memprediksi dan mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi cuaca dan iklim ekstrim akibat perubahan iklim yang berdampak terhadap ketahanan pangan nasional.

"Ini sangat membantu untuk perumusan strategi pencegahan dan penanggulangan," katanya.

Saat ini, Jokowi menuturkan dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang kritis, Ia menyebut dampak perubahan iklim telah kian memburuk pada 2021. Organisasi Meteorologi Dunia sendiri melaporkan suhu panas bumi telah mengalami peningkatan dan menjadikan tujuh tahun terakhir menjadi tujuh tahun dengan suhu terpanas sepanjang sejarah.

Hal inilah yang menurut Jokowi perlu diantisipasi mengingat petani merupakan kelompok yang paling rentan akan perubahan iklim.

"FAO menyebutkan lebih dari 500 juta petani usaha kecil yang memproduksi lebih dari 80 persen sumber pangan dunia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Hati-hati, ini persoalan yang sangat serius, perlu penanganan yang komprehensif, perlu antisipasi sedini mungkin, secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya," ucap Kepala Negara, seperti dikutip dari Antara.

Dampak perubahan iklim, menurut Jokowi, sangat luas dan multi-sektoral. Salah satu dampak itu adalah terjadinya bencana alam dan timbulnya ancaman ketahanan pangan.

"Kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi kita. Penanggulangan perubahan iklim menjadi isu prioritas dan tantangan global setelah meredanya Covid-19," katanya.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.