Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harapkan Riset dari Perguruan Tinggi Dapat Dikomersialisasi

📅 Selasa, 07 Jun 2022, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harapkan Riset dari Perguruan Tinggi Dapat Dikomersialisasi Doc: kemenkopukm.go.id
Ket. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengharapkan riset yang dihasilkan perguruan tinggi dapat dikomersialisasikan di level hilirisasi.
"Indonesia harus mengembangkan basis entrepreneur dan risetnya jika ingin maju karena peradaban tinggi negara-negara maju di dunia adalah yang berbasis entrepreneur dan riset," ucap dia di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (5/6).
Berdasarkan sebuah survei, lanjutnya, 70 persen anak muda lebih memilih menjadi pebisnis ketimbang pegawai.
Jika UPB dapat menerapkan kampus berbasis wirausaha dan riset, akan melahirkan para wirausaha muda mapan dari dunia kampus.
"Bahkan, pada 2045 mendatang, Indonesia diprediksi secara riset ilmiah bakal menjadi empat negara besar di dunia bersama Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan India," kata Menkop.
Untuk menjadi negara maju, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama ialah pembangunan kualitas sumber daya manusia terutama di perguruan tinggi yang harus berstandar internasional.
Kedua yaitu pembangunan infrastruktur yang menghubungkan wilayah serta pulau dengan mudah dan cepat, termasuk infrastruktur internet.
Syarat lainnya adalah minimum rasio kewirausahaan berada di level 4 persen. Saat ini, Indonesia masih di level 3,18 persen, sementara Singapura di angka 8,6 persen, Malaysia dan Thailand di atas 5 persen, AS dan Prancis sudah ada di kisaran 10-12 persen.
"Kami sudah menggulirkan aneka program kewirausahaan dengan target mencetak satu juta wirausaha baru, muda, dan mapan. Salah satunya melalui program inkubasi di kampus-kampus," ucap dia.
Menkop juga mengajak seluruh kampus di Indonesia untuk menyiapkan lulusan yang berwirausaha dengan mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, sehingga target rasio kewirausahaan 4 persen bisa tercapai.
Karena itu, Menkop meminta kualitas inkubator bisnis di kampus-kampus terus ditingkatkan, antara lain dengan mendorong inkubator bisnis terhubung dengan sumber pembiayaan, seperti melalui koperasi mahasiswa.
Rektor Universitas Peradaban Bumiayu, Muhammad Kadarisman, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tekad menuju Entrepereneur Based University hingga 2030. Kini, kampus tersebut mempunyai 15 binaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di sejumlah daerah Jawa Tengah, yakni Brebes, Purwokerto, dan Purbalingga.
"Mereka akan kami dorong agar lebih produktif berkualitas hingga ke kancah nasional," ungkap Kadarisman.
Untuk memperkuat pembinaan UMKM, UPB disebut sudah memiliki koperasi. Selanjutnya, pihaknya bakal mendirikan koperasi mahasiswa sebagai wadah para pelajar untuk mengenal dan menjadi wirausaha. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.