Seperempat Miliar Orang Terancam Jatuh Dalam Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 14 Apr 2022, 00:00 WIB

LONDON - Menurut perkiraan organisasi nirlaba Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana, Oxfam, dampak dari konflik Ukraina meningkatnya ketidaksetaraan dan pandemi Covid-19 dapat memaksa lebih dari seperempat miliar orang jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem tahun ini, Selasa (12/4).

Badan amal yang berbasis di Inggris mengeluarkan peringatan itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan sebelum pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional minggu depan.

Ket. Foto: JATUH DALAM KEMISKINAN I Warga melewati cabang toko amal Oxfam di London, beberapa waktu lalu. Menurut perkiraan Oxfam, dampak dari konflik Ukraina meningkatnya ketidaksetaraan dan pandemi Covid-19 dapat memaksa lebih dari seperempat miliar orang jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem tahun ini, Selasa (12/4). — Sumber: JUSTIN TALLIS / AFP

"Perkiraan Oxfam baru menunjukkan bahwa 263 juta lebih banyak orang dapat didorong ke dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2022, karena dampak gabungan dari Covid-19, ketidaksetaraan dan inflasi harga makanan dan energi dipercepat oleh perang di Ukraina," kata Oxfam.

"Negara-negara miskin menghadapi krisis utang yang menjulang dan daya beli upah tertekan. Sementara keuntungan perusahaan melonjak dan kekayaan miliarder mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," tuturnya.

Seperti dikutip dari straitstimes, Bank Dunia sebelumnya memperkirakan 198 juta orang menghadapi kemiskinan ekstrem, yang didefinisikan orang dengan pendapatan kurang dari 1,90 dollar AS per hari karena pandemi.

Terkena Dampak

Sebanyak 65 juta orang lainnya berisiko terkena dampak dari invasi Russia ke Ukraina, termasuk melonjaknya harga energi dan pangan. Jumlah total orang dalam kemiskinan ekstrem di seluruh dunia bisa mencapai 860 juta.

Oxfam menyerukan rencana penyelamatan ekonomi global segera untuk mengatasi masalah besar itu. "Para pemimpin G-20, IMF, dan Bank Dunia, bersama dengan semua pemimpin, harus bertindak. Mereka harus melindungi orang dari dampak keras krisis," katanya.

Organisasi itu mendesak pembatalan utang dan lebih banyak bantuan untuk negara-negara termiskin di dunia, sambil menyerukan pajak yang lebih tinggi untuk orang kaya.

"Jelas bahwa respons yang sangat besar diperlukan untuk mengatasi bencana yang dihadapi umat manusia," kata Katy Chakrabortty, kepala kebijakan badan amal itu.

"Beberapa krisis global menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan orang dan hanya memindahkan bantuan ke setiap krisis tidak cukup," katanya.

"Negara-negara berpenghasilan rendah membutuhkan pembatalan utang untuk dapat berinvestasi dalam jaring pengaman sosial dan perpajakan progresif pada yang paling kaya diperlukan sekarang lebih dari sebelumnya untuk menyediakan dana besar untuk melindungi yang paling rentan," ungkapnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

OJK Tegaskan Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

Buaya Sepanjang Tiga Meter Muncul di Pantai Wisata Pasir Putih, Pengunjung Panik ‎

Joe Taslim Gabung Film Netflix “Extraction 3”

Perluas Pengalaman Lifestyle Padel bagi Nasabah dan Masyarakat, CIMB Niaga Luncurkan OCTO Arena di Jakarta

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.