Garuda Indonesia Buka Akses Wisatawan Mancanegara ke Lebih Banyak Destinasi
Senin, 05 Okt 2026, 11:35 WIBJAKARTA â Upaya memperluas pergerakan wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah Indonesia dilakukan melalui kolaborasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan Mastercard.
Ketiga pihak memperkenalkan Garuda Indonesia Stopover Program, sebuah skema perjalanan yang menggabungkan konektivitas penerbangan internasional dan domestik dengan promosi destinasi untuk mendorong wisatawan mancanegara melanjutkan perjalanan dari pintu masuk utama menuju destinasi lain di Indonesia.
Program tersebut ditujukan untuk menjawab salah satu persoalan dalam pengembangan pariwisata Indonesia, yakni masih terkonsentrasinya kunjungan wisatawan mancanegara di sejumlah pintu masuk utama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang disampaikan dalam program tersebut, Bali mencatat sekitar 6,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara, sementara Jakarta mencapai 2,8 juta kunjungan. Konsentrasi tersebut menunjukkan adanya peluang untuk memperluas distribusi perjalanan wisatawan ke berbagai daerah lain.
Melalui skema Stopover Program, penumpang internasional Garuda Indonesia pada rute jarak jauh (long-haul) dan rute regional tertentu yang memenuhi kriteria dapat menambahkan penerbangan lanjutan domestik tanpa biaya tambahan ke destinasi yang berpartisipasi ketika melakukan pemesanan tiket.
Dengan skema tersebut, wisatawan yang masuk melalui pintu internasional dapat melanjutkan perjalanan menuju destinasi lain dalam satu rangkaian perjalanan. Model ini diharapkan dapat mendorong pola perjalanan multi-destinasi, memperpanjang masa tinggal, sekaligus meningkatkan aktivitas dan belanja wisatawan di daerah.
Membuka Akses ke Destinasi Prioritas
Program ini juga diarahkan untuk memperluas akses wisatawan ke sejumlah Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP), antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Perluasan konektivitas diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah tujuan. Wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan akomodasi, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Plt. Direktur Niaga Garuda Indonesia Mukhtaris mengatakan posisi maskapai nasional memungkinkan Garuda menghubungkan wisatawan internasional dengan lebih banyak destinasi setelah mereka tiba di Indonesia.
"Sebagai maskapai penerbangan nasional Indonesia, Garuda Indonesia memegang peran strategis dalam menghubungkan wisatawan mancanegara tidak hanya dengan pintu masuk utama Indonesia, tetapi juga dengan berbagai destinasi melalui jaringan domestik kami," ujar Mukhtaris melalui keterangannya pada hari Senin (5/10).
Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan trafik wisatawan internasional sekaligus memperluas pergerakan wisatawan di dalam negeri.
"Melalui Garuda Indonesia Stopover Program, kami ingin memberikan nilai tambah pada perjalanan menuju Indonesia dengan membuka lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan domestiknya," katanya.
Mukhtaris menambahkan, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi konektivitas penerbangan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan pengembangan pariwisata membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri, termasuk dalam memperluas distribusi wisatawan.
"Akselerasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri," ujar Ni Made.
Menurut dia, skema seperti Stopover Program dapat mendorong wisatawan mancanegara menjelajahi destinasi baru sekaligus memperluas dampak ekonomi pariwisata kepada masyarakat daerah.
"Inisiatif seperti Program Stopover Garuda Indonesia dapat mendorong wisatawan mancanegara untuk menjelajahi destinasi baru, sekaligus memastikan perputaran ekonomi pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat daerah dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia," katanya.
Dalam kolaborasi tersebut, Mastercard berperan melalui jaringan global dan pemanfaatan wawasan berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan di pasar internasional.
Country Manager Mastercard Indonesia Aileen Goh mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendiversifikasi arus kunjungan wisatawan mancanegara dari pintu masuk utama menuju berbagai destinasi lain.
"Mastercard berkomitmen mendukung prioritas ekonomi nasional dengan mendorong pertumbuhan pariwisata yang lebih inklusif melalui wawasan berbasis data dan konektivitas jaringan global kami," ujar Aileen.
Menurut dia, jaringan pemegang kartu Mastercard di berbagai negara dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi destinasi dan mendorong aktivitas belanja wisatawan di daerah.
Menjangkau Pasar Regional
Untuk mendukung pelaksanaan program, Mastercard akan melakukan promosi yang menyasar sejumlah pasar utama, antara lain Singapura dan Malaysia, pada fase perencanaan perjalanan.
Aktivasi promosi juga menyasar wisatawan di Singapura, Malaysia, Korea Selatan, serta wisatawan mancanegara yang tiba di Bali. Kanal digital digunakan untuk memperkenalkan Stopover Program dan mendorong calon wisatawan menambahkan destinasi domestik ke dalam rencana perjalanan mereka.
Garuda Indonesia akan mempromosikan program tersebut melalui berbagai kanal komunikasi resmi, termasuk media sosial, surat elektronik atau electronic direct mail (EDM), serta saluran layanan pelanggan.
Program berlaku bagi penumpang rute internasional Garuda Indonesia pada rute long-haul maupun regional yang memenuhi ketentuan. Penumpang yang memenuhi kriteria dapat memilih penerbangan lanjutan domestik tanpa biaya tambahan ke destinasi yang berpartisipasi pada saat melakukan pemesanan.
Periode pemesanan dan keberangkatan program tersebut dibuka hingga akhir November 2026 melalui situs resmi Garuda Indonesia, aplikasi FlyGaruda, serta mitra agen perjalanan resmi.
Melalui kombinasi konektivitas penerbangan, promosi berbasis data, dan pengembangan destinasi, Stopover Program menempatkan perjalanan wisatawan internasional sebagai rangkaian yang tidak berhenti di pintu masuk utama. Program ini diarahkan untuk memperluas distribusi wisatawan sekaligus membuka peluang agar manfaat ekonomi pariwisata dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
- Garuda Indonesia
- Danau Toba
- Borobudur
- Labuan Bajo
- Kementerian Pariwisata
- pariwisata Indonesia
- Mandalika
- Mastercard
- Destinasi Pariwisata
- UMKM
- Bali
- wisatawan mancanegara
- Pariwisata Berkelanjutan
- Garuda Indonesia Stopover Program
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Prabowo Puji Kinerja Pramono, Beda Partai Tetap Bisa Kerja Sama Bangun Jakarta
-
IDX dan AMA Jakarta Gelar Edukasi IPO, Komunitas Bisnis Antusias Ikut Seminar
-
Pulihkan Perekonomian Aceh Tamiang Pascabencana, Kemenekraf Aktifkan Ruang Kreatif Masyarakat
-
Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?
-
Pertamina Trans Kontinental Perkuat Pengembangan Kapal Ramah Lingkungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.