Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangga! Walau Bukan Pilihan Utama, Marketplace Indonesia Rajai Pasar E-commerce Asia Tenggara

📅 Sabtu, 09 Apr 2022, 10:10 WIB | Oleh:
Bangga! Walau Bukan Pilihan Utama, Marketplace Indonesia Rajai Pasar E-commerce Asia Tenggara Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Media penjualan e-commerce pun kian beragam,mulai dari website, media sosial, platform pesan instan, hingga kehadiran sejumlah marketplace yang didedikasikan khusus untuk berbelanja daring.Marketplacesendiri merupakan sebuah platform yang memungkinkan penjual bisa menjual barang atau jasa ke pelanggan tanpa bertemu secara fisikyan.

Kendati marketplace tumbuh subur di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, kenyataanya Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik E-commerce 2021 mencatat hanya sekitar 21,6 persen pelaku usaha di negara ini yang memilih berjualan melalui marketplace. Namun, marketplace merupakan pemain terbesar dalam bisnis e-commerce dunia, tak terkecuali Indonesia.

Konsep marketplace sebenarnya tak berbeda dengan pasar tradisional. Marketplace murni hanya menyediakan prasarana atau platform bertemunya penjual dan pembeli. Hanya saja, penjual tidak perlu membayar biaya sewa toko. Keuntungan marketplace berupa komisi dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan. Marketplace juga tidak bertanggung jawab atas produk-produk yang dijual. Bentuknya pun berupa website maupun aplikasi.

Kemajuan teknologi dan pasar digital Indonesia juga telah meluncurkan berbagai marketplace kenamaan. Melansir dari daftar The World's Top Online Marketplace oleh Webretailer, Tokopedia bahkan menempati urutan ke-18 di dunia dan peringkat ke-2 di Asia Tenggara dengan 140,1 juta pengunjung setiap bulannya.

Di kawasan Asia Tenggara, Tokopedia hanya kalah dari Shopee yang dikunjungi sebanyak 457,9 juta pelanggan setiap bulan. Selain Tokopedia, Bukalapak dan Blibli turut meramaikan daftar tersebut. Bukalapak menempati urutan 50 dengan 31,8 juta pengunjung bulanan. Sementara Blibli memiliki 20,9 juta pengunjung bulanan dan berhasil menempati peringkat ke-63.

BPS mencatat, sebanyak 93 persen dari seluruh pelaku usaha e-commerce turut menggunakan platform pesan singkat seperti WhatsApp bisnis. Selain menggunakan platform pesan singkat, mayoritas pelaku usaha e-commerce di Indonesia juga memilih media sosial sebagai lapak jualan mereka. Lebih dari separuh atau tepatnya 54,6 persen. Sebesar 10,42 persen usaha menggunakan e-mail dalam berjualan online dan pada urutan terakhir terdapat platform website yang nampaknya menjadi pilihan terakhir pelaku usaha e-commerce di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Militer AS Terus Bombardir ...
Nasional
OJK Dorong Perbankan Perlua...
Nasional
Perampingan BUMN Butuh Inte...

Suara Anak Indonesia Amanat Konstitusi

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Suara Anak Indonesia Amanat...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.