Sebuah Penelitian Menduga Asal SARS-COV-2 Diciptakan oleh Perusahaan Farmasi Moderna? Begini Faktanya
Senin, 04 Apr 2022, 12:05 WIBBeredar sebuah informasi yang mengaitkan bahwa SARS-COV-2, virus penyebab Covid-19 yang sejatinya diciptakan oleh perusahaan farmasi Moderna.
Dalam informasi tersebut didasarkan pada sebuah temuan dokumen penelitian berupa makalah, di mana di dalamnya terdapat beberapa hipotesis yang mengatakan bahwa Moderna telah melakukan eksperimen dengan penjualan vaksin.
Penulis makalah studi menyatakan bahwa dirinya melihat asal SARS-Cov-2 dari kebocoran laboratorium perusahaan Moderna, dibuktikan dengan adanya sequence 19-nukleotida dari genom SARS-CoV-2.
19-nukleotida sendiri adalah sequence yang pernah dipatenkan oleh perusahaan Moderna pada tahun 2017 silam. Hal tersebut mengapa penulis mengklaim bahwa SAR-COV-2 merupakan bagian dari ciptaan belaka. Lalu, bagaimana kebenara informasi tersebut?
Namun faktanya, yang dilansir dari akun Instagram @turnbackhoaxid, para ahli menyebutkan bahwa klaim tersebut adalah salah. Banyak dari ahli meragukan keabsahan dari dokumen penelitian yang beredar.
Profesor Imunobiologi Yale School of Medicine, Craig Wilen. Dirinya mengungkapkan bahwa makalah berisi hipotesis itu tidak dapat diterima kebenarannya, dan lebih mirip teori konspirasi.
Craig Wilen memaparkan bahwa genom SARS-Cov-2 mempunyai panjang 3000-nukleotida. Meski demikian, di dalam makalah yang beredar hanya disebutkan hanya 19-nukleotida.
Sementara itu, Profesor Virologi dari Ohio State University, Scott Kenney juga memberikan pernyataan terkait makalah itu. Penjelasannya menghubungkan kedua subjek yakni genom SARS-Cov-2 dengan sequence yang dipatenkan Moderna cukup meragukan. Artinya, tidak dapat dijustifikasi bahwa virus tersebut berasal dari Moderna.
Bukan cuma itu, Kenney dan Carlos Romero, profesor Fakultas Kedokteran Hewan dari Universitas Florida juga turut menyatakan bahwa hipotesis di dalam makalah yang beredar telah salah perhitungan.
Perlu diketahui, makalah hasil penelitian di atas hanyalah sebuah hipotesis dan anggapan dasar yang masih bersifat praduga. Untuk mengetahui kebenarannya, harus dilakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Zulfikar Ali Husen
Berita Terkait:
-
Perbaikan Jembatan di Tapsel Pulihkan Aktivitas Warga
-
Platform Judi Polymarket Tidak Bersedia Membayar atas Taruhan Invasi AS ke Venezuela
-
Sebelumnya Petinggi BIN, Djaka Budi Kini Dilantik Jadi Dirjen Bea Cukai, Ini Kata Airlangga Hartarto
-
Panitia SNPMB Perpanjang Finalisasi PDSS hingga Jumat Ini
-
Studi: Orang Kurus Lebih Berisiko Alami Gejala Covid-19 Parah
-
Direktur WHO Tegaskan Peringatan 'Pandemi Berikutnya'!
-
Telah Menyebar di AS, Varian COVID-19 Baru Sangat Menular Picu Lonjakan Pasien Rawat Inap di Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.