Integrasi tak Hilangkan Peran Eijkman
Sabtu, 08 Jan 2022, 07:09 WIBJAKARTA - Integrasi Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan semakin memperkuat riset nasional. Pengintegrasian tak menghilangkan peran sebagai lembaga riset. LBM Eijkman yang semula ad-hoc di bawah kementerian akan semakin kuat kelembagaannya. Demikian disampaikan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, di Jakarta, Jumat (7/1).
Proses integrasi ini dijadikan momentum untuk melembagakan LBM Eijkman dari hanya unit ad hoc Kemenristek menjadi resmi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman. Dia memastikan, integrasi bukan sebuah upaya menghilangkan lembaga penelitian tersebut.
Dia menjelaskan, melalui integrasi ini, permasalahan tidak dapat diangkatnya PNS di LBM Eijkman sebagai peneliti, kini dapat dilantik sebagai peneliti. Kepada pegawai non-PNS di LBM Eijkman, BRIN menawarkan berbagai macam skema.
Kepada pegawai non-PNS, sudah S3, dan usianya maksimal 45 tahun, dapat mengikuti penerimaan CPNS. Sedangkan untuk pegawai di atas 45 tahun dapat mendaftar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). "Mereka yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan S3, BRIN menawarkan skema untuk melanjutkan pendidikan dengan beasiswa by-research," tambahnya.
Terkait isu pemecatan sejumlah honorer, selama ini mereka direkrut oleh LPNK yang sekarang terintegrasi dengan BRIN. Laksana menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap sejumlah tenaga honorer, tapi kontrak mereka telah berakhir bulan Desember 2021.
Dia menjelaskan, sesuai PP 11/2017, PP 17/2020 dan PP 49/2018 sebagai turunan dari UU 5/2014, lembaga pemerintah sudah tidak diperbolehkan merekrut personel sebagai individu, selain dengan skema PNS dan PPPK hingga 2023. Tetapi di lain sisi, sesuai dengan regulasi, honorer hanya bisa dikontrak selama satu tahun anggaran.
Laksana menekankan, tidak benar bahwa mereka diberhentikan karena ada integrasi. Tetapi karena sesuai dengan kontrak hanya 1 tahun.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Tiongkok Perluas Lahan Pertanian Standar Tinggi Demi Bentengi Ketahanan Pangan
-
Air Balang Minuman Ramadan Favorit Warga Aceh Timur, Asalnya dari Negeri Jiran
-
Fabio Lefundes Meledak, Pelatih Borneo FC Semprot Panpel Persija dan Keluhkan Kualitas Rumput JIS
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
-
Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Siaga di Wilayah Selama Idul Fitri 2026
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.