Militer AS Kembangkan Kacamata Pintar Pemberi Informasi di Medan Perang

Sabtu, 09 Okt 2021, 10:50 WIB

Berkaca pada gim perang yang ada di konsol seperti PlayStation atau XBox, militer Amerika Serikat (AS) kini tengah mengembangkan kacamata pintar yang bisa memberikan informasi di medan perang. Targetnya di akhir 2021 tentara AS sudah menggunakan alat yang dinamakan Sistem Augmentasi Visual Terpadu (IVAS).

Militer AS menggandeng perusahaan multinasional yang mengembangkan berbagai produk terkait komputer, Microsoft, dalam mengembangkan IVAS. Perangkat ini diharapkan bisa memberi semua informasi dan bisa menembus tembok seperti dalam gim perang.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

IVAS adalah kacamata yang memanfaatkan sistem Augmented Reality (AR) dalam sistem kerjanya. Teknologi ini melapisi grafik tembus pandang ke bidang pandang pada pemakainya sehingga, saat digunakan IVAS dapat memberi tentara informasi yang mereka butuhkan sambil tetap bertempur.

Namun IVAS bukanlah satu-satunya upaya militer AS dalam membuat head-up display systems (HUD) atau tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna melakukan aktivitas lain.

Sebelumnya militer AS pernah berupaya untuk Land Warrior pada 1990-an. Namun HUD tersebut dirasa terlalu berat saat digunakan di kepala, tidak banyak membantu, membatasi pergerakan tentara, dan sulit untuk digunakan. Akhirnya, Land Warrior pun dibatalkan.

Proyek tersebut pun akhirnya digantikan dengan tablet yang dipasang di dada. Setelah Land Warrior, militer AS juga pernah mencoba beberapa kali mengembangkan alat yang memiliki ide sama, tapi tetap menemui kebuntuan yang sama.

Keberhasilan dalam pengembangan IVAS tidak terlepas dari Microsoft yang membuat Microsoft Hololens yang mulai diproduksi massal pada 2016. Sistem Microsoft Hololens yang ramah pengguna dan mudah digunakan menjadikan militer AS menggaet Microsoft untuk mengembangkan IVAS.

Sadar para pengguna mengeluh pusing saat terlalu lama menggunakan Hololens, pihak Microsoft dan militer AS mengembangkan IVAS berbekal masukan-masukan tersebut. Pada IVAS, Microsoft memilih untuk melakukan proses pengembangan spiral empat iterasi. Setiap iterasi menambahkan kemampuan baru dan menjalani perintah pengguna, dengan umpan balik diintegrasikan ke dalam iterasi berikutnya.

Nantinya, versi final IVAS akan mencakup berbagai kemampuan tempur termasuk sensor penglihatan termal dan malam, deteksi ancaman, dan alat bantu akuisisi target. IVAS juga akan mencakup beberapa fitur revolusioner seperti alat terjemahan bahasa dan pemetaan 3D.

Ketika militer AS menggunakan IVAS di akhir 2021, mereka akan mendapatkan teknologi mutakhir terbaru yang akan memberi mereka akses ke informasi di medan perang. Sistem ini diprediksi akan mengubah pertempuran modern.

IVAS juga akan terintegrasi dengan kamera omnidirectional yang terpasang di luar kendaraan lapis baja militer AS. Ini memungkinkan untuk satu regu yang terdiri atas enam tentara yang ada di dalam kendaraan perang dapat melihat melalui dinding kendaraan tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

Sekarang tentara tidak perlu keluar dari kendaraan dalam situasi berbahaya untuk mendapatkan pandangan tentang apa yang terjadi," ujar anggota Tim Tempur Brigade Stryker 1-2, Sersan Philip Bartel.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Hari Styawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.