Latih Anak Sejak Dini untuk Berpikir Komputasional

Jumat, 01 Okt 2021, 01:03 WIB

JAKARTA - Anak perlu dilatih untuk 'berpikir' secara komputer atau komputasional. Caranya dengan mempraktikkan pembelajaran kecerdasan buatan (AI) sejak dini. Pernyataan ini disampaikan pakar AI Lembaga Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI), Dr Baiq Hana Susanti, di Jakarta, Kamis (30/9).
"Dengan pembelajaran AI sejak dini, anak dapat berpikir komputasional, cara berpikir yang logis, kritis, dan analitik. Dengan belajar AI, anak-anak terbiasa dengan cara berpikir seperti itu," ujar Baiq. Dia menambahkan, pembelajaran AI berbeda dengan robotic. Dalam pembelajaran AI yang dikembangkan adalah cara berpikir. Sedangkan pada robotik yang dikembangkan adalah produk.
Pembelajaran AI sejak dini, lanjut dia, juga dapat melatih kemampuan teknis maupun nonteknis. Hal itu dikarenakan anak tidak hanya diajarkan untuk berpikir, tapi juga merakit. Untuk jenjang pendidikan dasar, pembelajaran AI dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Baru kemudian untuk jenjang pendidikan menengah, dikenalkan bahasa pemprograman.
Gangguan Psikologis
Sementara itu, orang tua tetap harus memperhatikan anak secara seksama saat belajar AI maupun yang lain, terutama kondisi psikologis. Hal ini menurut psikolog Yayasan Heart of People.id, Yohana Theresia MPsi, untuk mengetahui, ada tidaknya gangguan psikologis pada diri anak.
"Para orang tua perlu mewaspadai gangguan psikologis pada anak akibat pandemi Covid-19," katanya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Agustina, Verauli, dan Tirta pada 2020, misalnya, ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan problem akibat paparan stres saat pandemi.
Menurutnya, ada beberapa masalah yang timbul akibat gangguan psikologis anak. Di antaranya, menarik diri dari keramaian, gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan berlebihan), agresif, dan depresi. Kondisi itu dikarenakan beberapa faktor pencetus. Antara lain, ruang bergerak terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua sibuk, serta kondisi psikologi tidak stabil.
"Maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi dengan memberi gawai kepada anak. Padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak," tambah dia.
Beberapa efek negatif gawai: kesehatan fisik menurun, terlambat bicara, dan tidak atentif. Kemudian soal konsentrasi, masalah pada executive function, serta perilaku. Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua agar cerdas memilih bentuk permainan yang cocok untuk anak berdasarkan umur dan kebutuhan.
Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas anak.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara, Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

Jelang Kompetisi 2026–2027, Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Tak Berizin, Kepolisian Resor Bangka Barat Hentikan Tambang Liar Bijih Timah di Kadur

Pemkab Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan

Kabar Duka, Sineas Imam Tantowi Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif

BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Sabtu (22/8)

Wamenko Bidang Pangan Tinjau Karhutla Kalteng, Simbol Kehadiran Pemerintah

Jangan Lupa Bawa Payung! BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sabtu

Wamenko Pangan Tinjau Karhutla di Kalteng, Pemerintah Tegaskan Komitmen dalam Tangani Kebakaran

Jangan Cuma di Rumah! Ini 5 Rekomendasi Akhir Pekan di DKI, Ada Pameran Menarik

Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)

Singasari Expo IV Tahun 2026, Momentum Perkuat UMKM & Pelestarian Budaya Badung

Garuda Pertiwi U-16 Pastikan Tiket ke Final Piala Srikandi Merdeka

Rumah Sakit Lapangan Ruteng Beroperasi, Layani Operasi Warga Terdampak Gempa NTT

Sandy Walsh Nyaman Beradaptasi Bersama Persib Bandung

Rektor Unsoed Diduga Terima Rp1 Miliar, Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Maba

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.