Perempuan Memiliki Kesempatan Sama Bekerja di Bidang Transportasi
- transportasi
- Perempuan
- Bekerja
JAKARTA -Talkshow series Kementerian Perhubungan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2021 kembali dilaksanakan. Kali ini, diselenggarakan oleh Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun dengan mengangkat tema "Perempuan dan Kereta Api" dan dibuka secara daring oleh Ibu Asuh Taruna/i, Endang Budi Karya Sumadi.

Ket. Talkshow series Kementerian Perhubungan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2021.
Doc: Istimewa
Dalam sambutannya Endang mengungkapkan bahwa saat ini perempuan memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan diri dan bekerja pada bidang pekerjaan yang sebelumnya hanya dikerjakan oleh laki-laki, serta semakin banyak perempuan turut membantu memajukan bidang transportasi perkeretaapian.
"Saya selaku pribadi dan ibu asuh Taruna dan Taruni mengajak seluruh civitas Akademika Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun untuk terus berkarya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas transportasi di Indonesia dengan kemampuan yang kita miliki," kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/9).
Pihaknya juga terus mendorong para taruni agar terus bersemangat mewujudkan transportasi Indonesia yang maju dengan memegang teguh prinsip bahwa kesetaraan gender merupakan hak asasi, yang bebas dari ketakutan dan menentukan pilihan hidup termasuk dalam hal berkarir, kita kaum perempuan berhak mengembangkan kemampuan pribadi, mengejar karir yang tinggi, dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pekerjaan tanpa dibatasi stereotip yang kaku tentang peran gender.
"Dalam melaksanakan pekerjaan kita para perempuan dapat menonjolkan sisi unik yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan seperti kepekaan, detil dan terencana serta jadikan kelemah lembutan kita sebagai hal yang menguatkan dalam bekerja," tambah Endang.
Episode Talkshow kali ini menghadirkan narasumber perempuan-perempuan hebat di dunia perkeretaapian yakni Erni Basri, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat, Wiwik Widayanti, Direktur Utama Kereta Commuter Indonesia Periode 2018-2021, Murti Marasih, Kepala Stasiun Poncol Semarang, Tiara Alincia Fitri, Alumni PPI Madiun Angkatan I, dan Efelina Destaria Hutabarat, Alumni PPI Madiun Angkatan I.
Dalam kesempatan ini para narasumber membagikan kisah dan pengalaman mereka dalam berkiprah di dunia perkeretaapian serta memberikan motivasi, semangat, serta wawasan terkait dunia perketaapian kepada seluruh peserta talkshow series.
Anda mungkin tertarik:
Direktur Kereta Commuter Indonesia Periode 2018-2021, Wiwiek Widayanti menjelaskan bahwa dunia perkerertaapian yang penuh dengan tantangan. Terlebih pekerjaan ini banyak dikuasi oleh kaum pria, sebab perkerjaan ini penuh dengan hal teksnis, sarana, prasarana dan operasional, selain itu menuntut waktu yang tidak terbatas. Namun disinilah tantangan dan seiring berjalannya waktu ternyata wanita juga bisa berkarir dibidang ini.
"Dan inilah yang telah saya lakukan, alhamdulliah selama 31 tahun saya bisa bekiprah di bidang perkeretaapian. Mulai dari staf biasa hingga karir tertinggi sebagai Direktur Utama PT KCI pernah diamanahkan kepada saya. Dan saya yakin srikandi dari PPI Madium juga mampu," katanya.
Senada dengan Narasumber sebelumnya, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri mengatakan bahwa dirinya tidak menapik anggapan jika dunia transportasi, khususnya perkeretaapian identik dengan kaum pria, namun dengan kemampunan dan juga kegigihan yang dimiliki maka kaum perempuan dapat berkiprah dibidang ini, bahkan bukan tidak mungkin bisa menjadi pemimpin dengan memiliki bawahan kaum pria.
"Kepada para Taruni PPI Madiun mari terus bersemangat berkonstribusi sesuai perannya karena kalian semua dilahirkan dengan segala keunikan, kepekaan, kemandirian, dan naluri feminin yang selalu memahami solusi dan cara untuk bertahan hidup dengan segala kekuatannya sehingga mampu melakukan perubahan besar demi kemajuan bangsa," katanya.
Sedangkan Murti Marasih, Kepala Stasiun Poncol Semarang ikut menjelaskan bahwa saat dirinya memulai bekerja di perkeretaapi hampir 100% yang masuk adalah kaum pria. Hal ini disebabkan persyaratan yang diminta harus hardskill, dimana akan ditempatkan dilapangan, mengurus mesin dan lainnya. Sedangkan perempunan hanya diberikan dibidang softskill seperti diperkantoran mengurus administrasi.
"Dengan kondisi saat itu, dimana wanita hanya bisa bekerja dibidang administrasi atau pelayanan penumpang tidak membuat saya patah semangat. Saya menjadi tertantang dan saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki saya bisa. Dan ternyata akhirnya saya bisa bekerja di lapangan," tutupnya.