Sering Dibully Netizen, Menkes Budi Gunadi Tidak Masalah

Kamis, 09 Sep 2021, 16:30 WIB

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan dirinya sering mendapatkan bullyan netizen terkait penanganan Covid-19 yang dinilai kurang maksimal terutama yang menjadi perhatian warganet adalah kurangnya testing dan tracing yang dilakukan pemerintah.

Budi mengatakan pada Desember lalu, testing Covid-19 hanya berkisar 20.000 hingga 30.000 spesimen dari 15.000 hingga 20.000 orang per hari. Saat itu, dirinya mendapat bully dari netizen karena testing terbilang sangat rendah.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Saya ingat waktu pertama kali saya masuk (Menjabat Menkes), testingnya 20-30 ribu per hari sampel, orangnya 15-20 ribu orang dibully netizen." kata Budi dalam diskusi virtual, Kamis (9/9/2021).

Budi mengatakan testing Covid-19 di Indonesia sekarang meningkat hingga delapan kali lipat jika dibandingkan dengan data Desember 2020. "Dilaporkan testing, tracing kita sudah naik mungkin tujuh sampai delapan kali lipat dari sejak saya lihat di Desember tahun lalu," ungkapnya.

Menurutnya testing saat ini sudah naik menjadi 220.000 sampai 250.000 spesimen dari 130.000 hingga 150.000 orang per hari. Meski testing telah meningkat, Budi mengaku tetap mendapat bullyan dari netizen.

"Sekarang sudah naik testing jadi 200 sampai 250 ribu sampel per hari, orangnya mungkin 130.000 sampai 150.000 per hari. ya sama juga dibully, Jadi pengalaman saya kerja di publik service ini apapun yang dilakukan ya dibully juga, gak papalah yang penting niatnya baik menyelamatkan rakyat, ini konsekuensi jadi pejabat publik" ujarnya

Budi mengaku tak masalah mendapat serangan dari netizen. "Enggak apa-apalah, yang penting niatnya baik menyelamatkan rakyat banyak. Itu konsekuensinya menjadi pejabat publik, ya mungkin mesti begitu," ucapnya.

Selain itu ia juga berharap ke depan testing terus mengalami peningkatan seiring dengan perbaikan sistem pelacakan kasus kontak erat dengan Covid-19.

"Mudah-mudahan bisa terus naik sejalan dengan perbaikan yang kita lakukan di sistem pelacakan memastikan semua orang yang kontak erat bisa dilacak dan bisa dites secara efektif," kata Budi.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Aris N

Berita Terbaru

Pertamina Goes to Campus 2026, 116 Tim Mahasiswa Unjuk Gigi di Babak Penentuan Debat Energi

Bukan Erupsi! Kepulan Asap di Gunung Raung Ternyata akibat Kebakaran Lahan.

Polres Bengkalis Tetapkan 2 Tersangka Kasus Kebakaran Lahan di Desa Damai.

The Dudas Minus One Berencana Touring Keliling Asia, Ariel Ungkap Alasannya

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.