- Home
-
- Megapolitan
-
- Desa Pondok Udik Masuk 10 ...
Desa Pondok Udik Masuk 10 Besar IDM
Selasa, 07 Sep 2021, 06:30 WIBBOGOR - Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku bangga karena salah satu desa di Kabupaten Bogor, Pondok Udik masuk dalam 10 besar Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi.
"Nilai IDM Pondok Udik 0,9778 dan persentase pertumbuhan 0,39 persen," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Senin (6/9).
Menurutnya, data tersebut merupakan IDM tahun 2021 yang dirilis Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Data tersebut diperoleh Kemendes PDTT melalui survei yang dilakukan secara internal pada tahun 2021, untuk mengukur capaian kinerja 74.957 desa selama satu tahun.
Ade Yasin menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang ia luncurkan di 2021. Pemkab Bogor telah menganggarkan 318,5 miliar rupiah untuk 356 desa guna menstimulasi pembangunan infrastruktur desa.
"Program Samisade dapat mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) Desa. Program Samisade dengan pola padat karya diharapkan dapat membawa dampak penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan sektor riil di akar rumput dan menciptakan multiplier effect yang mendorong pemulihan ekonomi," paparnya.
Di samping itu, Kemendes PDTT juga menyatakan bahwa Kabupaten Bogor nihil desa berstatus tertinggal mulai tahun ini.
Kemendes PDTT pada pada situs resminya, kemendesa.go.id, menayangkan bahwa empat desa di Kabupaten Bogor yang pada tahun 2020 masih berstatus desa tertinggal, kini naik status menjadi desa berkembang.
Empat desa tersebut yaitu Cilaku di Kecamatan Tenjo, Wirajaya di Kecamatan Jasinga, serta Sukarasa dan Buanajaya di Kecamatan Tanjungsari.
Di samping itu, data Kemendes PDTT menunjukkan banyak kemajuan lainnya dari desa-desa di Kabupaten Bogor, seperti desa mandiri dari sebelumnya berjumlah 29 desa menjadi 48 desa. Kemudian, desa maju dari sebelumnya berjumlah 131 desa menjadi 188 desa. Jumlah desa berkembang yang sebelumnya tercatat ada 252 desa, kini tersisa sebanyak 180 desa.
Kejar Inovasi
Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin juga optimistis pemerintahannya bakal kembali meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021. "Ini bukan semata-mata mengejar hadiah, melainkan kami ingin mengejar bagaimana Kabupaten Bogor bisa berinovasi sebagai kabupaten maju dan bisa setara dengan daerah yang lebih dahulu mendapatkan IGA," kata Ade Yasin.
Hingga awal September 2021, kata Ade Yasin, nilai indeks hasil pengukuran mandiri Kabupaten Bogor sebesar 79,69 dengan inovasi sebanyak 198 inovasi.
Capaian tersebut, menurut dia, membuat Kabupaten Bogor ada di peringkat keempat dari 360 kabupaten, atau peringkat keenam dari seluruh kota/kabupaten di Indonesia. Peringkat pertama hingga ketiga saat ini adalah Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Tegal.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten terinovatif dalam kegiatan IGA 2020 di Jakarta, Jumat (18/12) malam.
Kabupaten Bogor masuk dalam urutan tiga teratas dari 10 kabupaten terinovatif se-Indonesia.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.