Ini Perintah Tegas Presiden Jokowi Kepada Jenderal Senior Kopassus

Jumat, 30 Jul 2021, 13:58 WIB

JAKARTA - Inilah perintah tegas Presiden Jokowi kepada jenderal senior Kopassus. Jenderal senior Kopassus diperintahkan untuk menurunkan angka kematian akibat Covid-19.

Siapa jenderal senior Kopassus yang diperintahkan Presiden Jokowi untuk menurunkan angka kematian akibat Covid-19 ini? Dia tak lain adalah Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi.

Ket. Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. — Sumber: Istimewa

Seperti diketahui dalam penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jenderal Luhut yang pernah malang melintang di Kopassus ini diberi mandat sebagai koordinator.

"Secara khusus Presiden Jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian," kata Luhut dalam akun Instagramnya luhut.pandjaitan.

Untuk itu, Luhut menginstruksikan seluruh kementerian atau lembaga terkait agar selalu mengecek dan melihat keadaan di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing.

"Apakah sudah berjalan pelaksanaan testing, tracing, dan treatment ini. Jika saat ini kami yang duduk di pemerintahan sedang mengejar pelaksanaan 3T, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu kami dengan lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar kehidupan dan aktivitas kita bisa normal kembali seperti sedia kala," katanya.

Di akun instagramnya, Luhut mengaku banyak belajar dari pengalaman karir di dunia militer dan pemerintahan bahwa setiap strategi yang disusun untuk kebijakan publik harus dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Seperti halnya saat ini ketika diberi tugas menjadi Koordinator PPKM Level 4 yang sedang diterapkan sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

"Saya sampaikan kepada seluruh kementerian atau lembaga terkait bahwa kita harus menggalakkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) hingga minimal ke delapan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19," ujarnya.

Sementara untuk mekanismenya, Luhut ingin dilakukan secara kombinasi yakni digital dan lapangan. Sehingga hasilnya akan terintegrasi dalam sebuah sistem yang padu.

Katanya, dengan masifnya pelaksanaan "testing" dan "tracing" seperti itu, diperkirakan kasus konfirmasi harian akan tinggi karena kapasitas testing yang meningkat. Ia juga memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir karena dengan semakin banyak orang yang dites dan dilacak, maka potensi penularan virus bisa berkurang.

"Pasien konfirmasi positif atau kontak erat dengan hasil positif akan dibawa ke tempat-tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan lengkap dengan fasilitasnya yaitu 49.000 bed isolation, oksigen, obat-obatan dan perawatan penunjang lainnya sesuai standar WHO," imbuhnya.

Selain upaya 3T yang akan lebih masif ke depannya, Luhut juga meminta agar vaksinasi harus terus berjalan. Dan dengan target stok vaksin bulan depan yang harus tersedia sebanyak 50 juta dosis, ia perkirakan target 2 juta suntikan vaksin per harinya bisa tercapai pada awal Agustus ini.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Agus Supriyatna

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.