Berbagai Manfaat Dibalik Vaksinasi COVID-19
- Kesehatan
- Vaksin
- Vaksin Covid-19
- Seputar Covid-19
- Manfaat Vaksinasi
Pemerintah memfokuskan program vaksinasi nasional dengan target 70% agar bisa tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity. Maka dari itu sangat penting bagi masyarakat memahami manfaat vaksinasi bukan hanya persoalan informasi bohong perihal imunisasi.

Ket.
Doc: Istimewa
Di Indonesia, vaksinasi COVID-19 masih terus dilakukan hingga saat ini dan telah menyasar masyarakat yang berusia mulai dari 12 tahun ke atas. Jenis vaksin yang digunakan pun berbagai macam. Pemerintah telah resmi mengumumkan tujuh jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan vaksin PT Bio Farma.
Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi.
Vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia berisi virus Corona (SARS-CoV-2) yang sudah dimatikan. Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, masyarakat bisa memiliki kekebalan terhadap virus Corona tanpa harus terinfeksi terlebih dahulu. Adapun beberapa manfaat vaksin bagi tubuh.
Merangsang Sistem Imun Tubuh
Vaksinasi dilakukan dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh, lalu sistem imun atau kekebalan akan belajar mengenali dan mengidentifikasinya. Imunisasi dapat membantu tubuh mengenali suatu penyakit karena di dalamnya terdiri dari komponen serupa penyebab penyakit. Perbedaannya, antigen dalam vaksin sudah dikendalikan dengan kemajuan teknologi.
Dilansir dari vaccine-safety-training.org, vaksin mengandung bakteri, virus, atau komponennya yang dengan kemajuan teknologi sudah dikendalikan. Vaksin mengandung antigen yang sama dengan antigen yang menyebabkan penyakit, namun antigen yang ada di dalam vaksin tersebut sudah dikendalikan (dilemahkan).
Anda mungkin tertarik:
Tubuh Menjadi Lebih Kebal Terhadap Virus
Dilansir dari vaccine-safety-training.org, vaksinasi adalah kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen yang tujuannya adalah apabila nanti orang tersebut terpajan/terpapar dengan antigen yang sama, maka sistem imunitas yang terbentuk akan menghancurkan antigen tersebut.
Manfaat vaksin bagi manusia berlaku pula ketika antigen serupa datang di masa mendatang. Hal ini dapat diartikan, paparan mikroba serupa untuk kedua kalinya tidak akan mempan, karena tubuh sudah menjadi lebih kebal.
Membunuh Sebelum Terjadi Infeksi Didalam Tubuh
Setelah mendapat imunisasi, tubuh juga menjadi lebih kebal dengan infeksi serupa di masa yang akan datang. Hal ini terjadi karena antibodi yang dimiliki manusia setelah mendapat vaksin dapat membunuh virus, bakteri, dan kuman sebelum persebaran dan infeksi terjadi dalam tubuhnya.
Ketika banyak orang mendapat vaksin, niscaya pengendalian penyakit mematikan lebih mudah dilakukan. Infeksi baru menjadi sangat minim terjadi. Bisa dipastikan, dampak berbagai komplikasi dan hilangnya nyawa karena penyakit mematikan sangat bisa ditekan.
Dari science.org.au, dalam jangka pendek kemanjuran suatu vaksin diukur dari kemampuannya untuk mengurangi frekuensi keseluruhan dari infeksi baru, dan untuk mengurangi komplikasi utama, seperti kerusakan jaringan yang serius dan kematian.
Menciptakan Herd Immunity
Pemberian vaksin pada kelompok besar bisa menciptakan kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok inilah yang disebut herd immunity. Situasi ketika banyak orang lebih terlindungi dari paparan antigen penyebab penyakit mematikan.
Ketika hal ini terjadi, manfaat vaksin bagi manusia akan berdampak menekan replikasi secara tidak langsung. Dampak ini bisa dirasakan oleh kelompok yang tidak mendapat vaksinasi. Sebab virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit mematikan tidak lagi ada dalam skala yang besar.
Dilansir dari science.org.au, selain melindungi individu yang tidak divaksinasi, imunitas kelompok bermanfaat bagi sebagian kecil orang yang gagal merespons vaksinasi secara memadai.
Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menjelaskan kekebalan kelompok terjadi jika jumlah orang yang divaksinasi dalam suatu kelompok lebih dari 80 persen. Sementara itu, bila kurang dari 60 persen, maka peluang terjadinya kejadian luar biasa (KLB) munculnya PD3I atau Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi menjadi besar. zah