Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Kepanikan Pembelian Susu Beruang Ramai di Sosial Media

📅 Senin, 05 Jul 2021, 10:26 WIB | Oleh:
Fenomena Kepanikan Pembelian Susu Beruang Ramai di Sosial Media Doc: istimewa

Susu beruang menjadi incaran masyarakat usai informasi yang beredar bahwa bisa menyembuhkan covid-19. Dalam video yang beredar susu beruang langsung diserbu oleh masyarakat yang sudah menunggu bukanya pusat perbelanjaan tersebut.

Dari akun twitter yang bernama Eza Hazami ini menampilkan video masyarakat saling berebut susu beruang sehingga timbul topik perbincangan di sosial media. Eza Hazami membagikan videonya dengan keterangan "terpantau sedang rebutan susu".

Terpantau sedang rebutan susu ????

(Source: terlampir) pic.twitter.com/zU9efahD52

- Eza Hazami | HR Content Creator (@ezash) July 3, 2021

Dalam beberapa kasus yang terjadi membuat stok susu beruang di beberapa tempat habis sehingga banyak yang mengambil keuntungan dengan cara menaikkan harganya. Informasi yang beredar memang sangat menyedot perhatian masyarakat karena angka kenaikan kasus Covid-19 lagi tinggi membuat daya kepercayaan itu timbul.

Banyak yang mengomentari postingan Eza Hazami di akun twitternya.

Wow itu pada senggol" an
Apakah bentar lagi ada berita "klaster susu"

- Dodo Mburi???? (@miftahmubaroh) July 3, 2021

Dari komentar netizen mengungkapkan bahwa bahayanya kerumunan yang terjadi akibat panic buying, dengan informasi yang beredar ini akan membuat klaster baru. Semua dampak dari PPKM Darurat yang mengetatkan mobilitas masyarakat di luar rumah. Menurut dokter dari Amerika Serikat yang memberikan respon terhadap masyarakat Indonesia bahwa tidak memiliki peran dalam pengobatan penyakit Covid-19.

My Indonesian Friends

This milk, or vitamins or ivermectin has no role in COVID treatment.

Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID. pic.twitter.com/EslkP9eJJx

- Faheem Younus, MD (@FaheemYounus) July 4, 2021

"Susu ini, atau vitamin atau ivermectin tidak memiliki peran dalam pengobatan COVID" keterangan akun Faheem Younus. Sehingga membuka pandangan kita bahwa obat Covid-19 memang belum ditemukan dan informasi yang beredar adalah salah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.