Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prioritas Penerima Vaksin Sekitar 40.000 Orang

📅 Senin, 14 Jun 2021, 06:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prioritas Penerima  Vaksin Sekitar 40.000 Orang Doc: ANTARA/HO/Pemkot Bogor
Ket. Vaksinasi guru - Pelaksnaan vaksinasi untuk tenaga guru di Kota Bogor. Jelang pembelajaran tatap muka, Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 90 persen guru dari 12.918 guru di Kota Bogor.

Bogor - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 90 persen guru dari 12.918 guru SMA, SMP, SD, dan TK di Kota Bogor, menjelang pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran 2021/2022 pada Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retnodi Kota Bogor, Sabtu, mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengatur bahwa salah satu persyaratan pelaksanaan PTM adalah, guru atau tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi.

Keempat Menteri tersebut adalah, Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Menteri Agama (Menag), yang menerbitkan SKB tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, pada 30 Maret 2021.

Retno, panggilan Sri Nowo Retno, menjelaskan, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan vaksinasi kepada seluruh guru yang terdata pada Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Vaksinasi Covid-19 terhadap guru di Kota Bogor sudah beberapa kali dijadwalkan dan dilaksanakan, antara lain di SMP Negeri 5 dan di Mal Ekalokasari, tapi sebagian guru tidak hadir, dengan beberapa alasan.

"Saat ini, sekitar 10 persen atau 1.209 guru yang belum menjalani vaksinasi, meminta agar divaksinasi Covid-19," katanya.

Menurut Retno, Dinas Kesehatan saat ini memiliki sedikit vaksin yakni hanya untuk 4.000 sasaran penerima, sedangkan daftar tunggu yang menjadi prioritas penerima vaksin saat ini ada sekitar 40.000 orang.

Retno menjelaskan persediaan vaksin untuk sekitar 4.000 orang sasaran itu, adalah kiriman dari Kementerian Kesehatan, setelah Menteri Kesehatan berkunjung ke Kota Bogor, pada Selasa (1/6).

Kementerian Kesehatan, kemudian mengirimkan 1.050 vial vaksin Sinovac untuk 5.250 orang sasaran. "Vaksin itu sebagian sudah digunakan, dan saat ini masih ada untuk sekitar 4.000 sasaran penerima," katanya.

Retno menambahkan Dinas Kesehatan terus melanjutkan vaksinasi kepada orang lanjut usia (lansia). Dari sebanyak 95.371 lansia di Kota Bogor, realisasinya sudah mencapai 38.122 orang atau 39,97 persen untuk dosis pertama, dan 33.149 orang atau 34,75 persen untuk dosis kedua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.