Ini Kecanggihan Mobile Command Control Vehicle Buatan Dalam Negeri
Rabu, 23 Des 2020, 15:37 WIBJAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan) terus berinovasi melahirkan alutsista pertahanan dengan menggandeng industri pertahanan di dalam negeri. Salah satunya adalah Mobile Command Control Vehicle (MCCV).
Mobile Command Control Vehicle ini dikembangkan Balitbang Kemhan bersama PT Bhinneka Dwi Persada (BDP). Kendaran ini, menarik diulas, sebab di Indonesia sampai saat ini belum ada ransus atau kendaraan khusus communication mobile yang berperan sebagai mobile Ground Control Station (GCS). Mobile Command Control Vehicle buatan Balitbang Kemhan dan PT Bhinneka Dwi Persada ini juga bisa menjadi 'rumah' bagi pengendali drone.
Lalu seperti apa kecanggihan dari Mobile Command Control Vehicle buatan Balitbang Kemhan dan PT Bhinneka Dwi Persada ini?
Mobile Command Control Vehicle buatan dalam negeri ini dirancang platform truk 4+4. Mobile Command Control Vehicle juga bisa digunakan untuk untuk berbagai macam misi, mulai dari combine operations, VIP security, hazard handling, dan special force operations.
Bahkan, ruang bagasi tersedia ruang robot penjinak bom. Kecanggihan lainnya, Mobile Command Control Vehicle terkoneksi langsung ke jaringan satelit (VSat). Selain itu, Mobile Command Control Vehicle, juga didukung oleh interoperabilitas komunikasi hingga 8 channel, mulai dari frekuensi HF, UHF, VoIP, GSM, 3G/4G dan landline.
Kendaraan khusus ini juga dilengkapi berbagai perangkat seperti radio jammer dan multispectral camouflage net. Kendaraan ini juga punya kemampuan anti thermal sensor, anti infrared dan anti radar. Sebagai proteksi, Mobile Command Control Vehicle dilengkapi perlindungan balistik. Rodanya menggunakan jenis run flat type yang sanggup menahan terjangan proyektil.
Seperti diketahui beberapa yang lalu, Sekjen Kemhan Marsdya Donny Ermawan Taufanto, sempat berkunjung Balitbang Kemhan. Di Balitbang Kemhan, sempat meninjau produk-produk hasil kerja sama penelitian yang telah dilakukan Balitbang, diantaranya Mobile Command Control Vehicle (MCCV), Mobil Hyperbaric Chamber, Rancur R-Han 122B, PTTA Wulung, PTTA Rajawali dan Radar Pasif hasil kerja sama Balitbang Kemhan dengan PT LAPI ITB.
Terkait Radar Pasif, Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Djoko Purwanto, mengungkapkan bahwa Balitbang Kemhan telah menguasai teknologi software pada pengembangan Radar Pasif.
"Karenanya, hasil akhir yang ingin dicapai adalah terwujudnya kemandirian teknologi industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan operasi TNI," ujarnya. ags/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Agus Supriyatna
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.