Prancis di Grup Mudah Kualifikasi Piala Dunia 2022

Rabu, 09 Des 2020, 13:53 WIB

PARIS - Juara bertahan Prancis mendapat hasil undian yang menguntungkan untuk kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasil undian yang berlangsung Senin (7/12) waktu setempat, Ukraina dan Bosnia-Herzegovina bakal menjadi penghalang jalan Les Bleus menuju putaran final di Qatar. Sementara Inggris akan menghadapi Robert Lewandowski dan Polandia di grup mereka.

Ket. Foto: Didier Deschamps — Sumber: THOMAS SAMSON / AFP

Inggris asuhan Gareth Southgate yang menjadi semifinalis pada Piala Dunia 2018 di Rusia, juga akan menghadapi Hongaria dan Albania serta dua tim kecil, Andorra dan San Marino, di Grup I.

Prancis juga akan menghadapi Finlandia - yang baru-baru ini mengalahkan Les Bleus dalam pertandingan persahabatan di Paris di Grup D. Kazakhstan melengkapi grup itu menyusul undian yang dilakukan secara virtual di markas FIFA, Zurich karena pandemi Covid-19.

Tim asuhan Didier Deschamps berada di grup yang terdiri dari lima tim saja. Hal itu karena mereka akan terlibat pada final UEFA Nations League di Italia Oktober mendatang.

Salah satu hasil paling signifikan dari periode Deschamps sebagai pelatih Prancis datang saat kualifikasi Piala Dunia 2014. Saat itu tim asuhannya menghadapi Ukraina di play-off penentuan. Mereka kalah 2-0 pada leg pertama di Kiev sebelum menang 3-0 di pertemuan kedua.

"Kualifikasi selalu merupakan jalan panjang di mana bisa ada jebakan," ujar Deschamps.

Bagi Inggris, ini adalah ketujuh kalinya mereka bermain melawan Polandia di kualifikasi Piala Dunia. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada l 2014, dengan imbang 1-1 di Warsawa sebelum Inggris menang 2-0 di Wembley.

Pertemuan paling terkenal adalah saat Inggris kehilangan tempat di putaran final Piala Dunia 1974. Mereka kalah 2-0 di Polandia dan kemudian ditahan imbang 1-1 di Wembley. "Ada sejarah hebat dari pertandingan itu," ujar Southgate.

Pertandingan kualifikasi zona Eropa dimulai pada Maret, dengan 13 negara dari benua itu lolos ke putaran final yang akan diikuti 32 tim. Akan ada tiga putaran pertandingan di bulan Maret, tiga lagi di bulan September dan masing-masing dua di bulan Oktober dan November.

Pertandingan itu akan meningkatkan tekanan pada kalender yang sudah dikemas, terutama dengan Piala Eropa 2020 yang ditunda, dilanjutkan pada bulan Juni dan Juli 2021.

Itu berarti tim yang mencapai final Piala Eropa 2020 dapat memainkan 17 pertandingan kompetitif antara Maret hingga November tahun depan. Hanya pemenang dari 10 grup yang akan lolos otomatis ke putaran final, yang akan berlangsung pada November dan Desember 2022. Sepuluh runner-up akan melangkah ke laga play off bersama dua pemenang grup UEFA Nations League terbaik yang gagal lolos melalui jalur biasa.

Laga play-off yang berlangsung pada Maret 2022, akan menghasilkan total tiga tim lagi yang lolos kualifikasi. Jerman, diperkirakan akan lolos dari grup. Rumania dan Islandia menjadi ancaman utama mereka.

Juara bertahan Piala Eropa, Portugal, akan berhadapan dengan Serbia dan Republik Irlandia di Grup A. Cristiano Ronaldo akan berusia 37 tahun saat putaran final tiba.

Spanyol tergabung dengan Swedia dan Yunani di Grup B, sementara Italia harus menghadapi Swiss di Grup C. Belgia, tim peringkat teratas dunia, akan bertemu Wales. Kedua tim bertemu di perempat final Piala Eropa 2016 dengan Wales menjadi pemenang.

Akan ada empat tim yang lolos langsung dari Asia untuk bergabung dengan tuan rumah Qatar, empat dari Amerika Selatan, sementara Afrika memiliki lima tim. Tiga tim akan maju dari zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia, dengan dua tempat berlabuh yang tersisa diberikan kepada pemenang play-off antar benua pada Juni 2022. ben/AFP/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.