Persiapan Piala Dunia U-20

Senin, 26 Okt 2020, 13:00 WIB

Di tengah pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir, Indonesia kini tengah sibuk menyiapkan diri menjadi tuan rumah Kejuaraan Sepak Bola Piala Dunia U-20 (di bawah usia 20). Kejuaraan yang diikuti oleh 24 negara tersebut, rencananya akan berlangsung Mei-Juni 2021.

Sebanyak enam stadion sudah disiapkan, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Jakabaring (Palembang), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar, Bali).

Ket. Foto: Stadion Jati Universitas Padjadjaran (Unpad) Kabupaten Sumedang yang akan digunakan sebagai tempat latihan saat gelaran Piala Dunia U-20 2021. — Sumber: ANTARA/HO/Universitas Padjadjaran.

Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Maski nanti diprediksi Pandemi Covid-19 masih belum reda, Indonesia akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan sehingga aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat penyelenggaraan.

Sampai saat ini belum ada petunjuk resmi dari FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia) apakah nantinya kejuaraan tersebut akan tanpa penonton seperti pertandingan sepak bola liga di negara-negara Eropa atau dihadiri penonton dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski begitu, Inafoc (Indonesia FIFA World Cup 2021 Organizing Committee) harus mempersiapkan kemungkinan pertandingan tanpa dihadiri penonton.

Tidak hanya itu, agar tidak terlalu kecewa, Inafoc sesegera mungkin harus berkomunikasi dengan FIFA untuk berjaga-jaga bukan hanya pertandingan nanti akan berlangsung tanpa penonton, tapi juga ada kemungkinan diundur hinga pandemi Covid-19 reda. Ingat, Olimpiade ke-32 yang seharusnya berlangsung musim panas 2020 di Tokyo, diundur ke musim panas 2021. Bahkan, kabar terbaru menyebutkan Olimpiade Tokyo tak akan bisa digelar musim panas mendatang (2021), kecuali vaksinasi Covid-19 sudah aman dilaksanakan.

Pemerintah Jepang sangat memperhatikan perkembangan vaksin dan pengobatan untuk virus korona karena Olimpiade. Vaksin Covid-19 sedang dalam fase uji coba pra klinis. Jepang agak terambat dalam peta persaingan penemuan vaksin global karena mereka menerapkan aturan yang sangat ketat. Mereka khawatir bila terburu-buru, antibodi yang dihasilkan malah membuat virus korona lebih kuat.

Tidak ada salahnya Pemerintah Indonesia meniru langkah Jepang. Kita semua tentu ingin Piala Dunia U-20 berlangsung sukses. Menjadi tuan rumah hajatan Piala Dunia U-20 tentu membanggakan. Piala Dunia U-20 telah melahirkan bintang-bintang sepak bola dunia, salah satunya mega bintang Diego Armando Maradona yang memimpin Argentina menjadi juara pada 1979.

Kepastian jadwal dalam kejuaraan olahraga dengan batasan usia seperti Piala Dunia-U-20 sangat krusial. Tidak seperti kejuaraan senior yang tidak mensyaratkan batasan usia, diundur kapan pun tidak masalah, komposisi tim peserta tidak akan banyak berubah. Tetapi untuk Piala Dunia U-20, jadwal sedikit bergeser, dipastikan akan ada beberapa nama yang sudah dipersiapkan tidak bisa tampil karena usianya sudah lebih dari 20 tahun.

Meski jumlah pemain usia muda di Indonesia jumlahnya lumayan banyak, namun yang mempunyai kualitas untuk tampil di Piala Dunia U-20 tidak banyak. Tim yang disiapkan sekarang pun sampai haraus memanggil beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermukim di luar negeri. Hasilnya lumayan. Dalam pemusatan latihan di Kroasia, Timnas U-20 menunjukkan grafik yang membaik.

Sayangnya, sepulang dari pemusatan latihan nanti, anak asuh pelatih asal Korea Selatan tersebut dikhawatirkan tingkat permainannya menurun karena berhentinya kompetisi sepak bola dalam negeri, baik Liga 1 dan Liga 2. Sebagian besar pemain Timnas U-20 adalah anggota klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Kalau kompetisi sepak bola berhenti, dipastikan mereka kurang jam terbang pertandingan dalam kompetisi yang ketat, bukan sekadar friendly match.

Untuk itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebaiknya kembali duduk bersama dengan pihak kepolisian, meyakinkan pentingnya rekomendasi lanjutan kompetisi sepak bola Tanah Air, baik Liga 1 maupun Liga 2. Dengan main di kompetisi sesungguhnya, para pemain akan terbiasa dengan tekanan dan diharapkan nanti akan terbawa saat tampil di Piala Dunia U-20. Jangan sampai para pemain tampil mengecewakan di kandangnya sendiri. Jangan sampai mereka menjadi bulan-bulanan tim lain seperti ketika Indonesia pertama kali tampil di kejuaraan ini pada 1979 di Tokyo. ν

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

Bantu Korban Gempa NTT, PMI DKI Jakarta Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak

HUT ke-81 Jawa Barat, Sejarah Berdirinya Jabar Dibacakan dengan Lima Dialek Sunda.

Disperindag Kabupaten Lebak: Pasokan Melimpah, Harga Komoditas Cabai dan Bawang Turun 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.